oleh

Winarti Siap Salurkan BLT untuk 1.019 Lansia dan Penyandang Disabilitas

Bupati Tulangbawang, Winarti siap mendiatribusikan Bantuan Langsung Tunai untuk 1.019 warga lanjut usia dan Penyandang Disabilitas. (Foto ist)

MENGGALA – Kendati dilanda Pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang tetap Realisasikan satu item 25 Program Unggulan Bergerak Melayani Warga (BMW).

Bantuan yang akan direalisasikan yakni penyaluran bantuan langsung tunai kepada 1.019 Warga Lanjut Usia (Lansia) dan warga penyandang Disabilitas.

“Beberapa waktu lalu saya langsung koordinasikan dengan pihak jajaran Bank Lampung, Insya Allah proses pencairan segera dilaksanakan Mengingat ini penting kucuran bantuan memang telah dinantikan oleh para warga masyarakat penerima bantuan ditenggah Pandemi Covid-19,”terang Winarti. (10/05).

Menurut Winarti bantuan kepada warga lansia dan Penyandang Disabilitas merupakan salah satu program pro rakyat berada dalam 25 program unggulan BMW dan termuat dalam Rencana Program Jangka Menenggah Daerah (RPJMD) 2018-2022.

Pemberian bantuan tersebut kata Winarti merupakan bentuk perhatian dan komitmen terhadap janjinya kepada masyarakat Setulangbawang khusunya lansia dan penyandang disabilitas.

Dikatakan Winarti Dalam proses pencairan dilakukan dengan cara transper ke masing-masing rekening penerima bansos melaui Bank Lampung cabang Menggala.

“Total Ada 1.019 dengan rincian 927
lansia masing akan menerima bantuan 1.200.000,-satu tahun atau perbulan dibantu 100.000,- perlansia sementara penyandang disabilitas ada sebanyak 107,satu tahun masing-masing 2.400.000,-atau perbulan sebesar 200.000,- dan dicairkan dua kali dalam satu tahun anggaran,”paparnya.

Dijelaskan Winarti untuk tahap pencarian pertama 6 bulan Januari-Juni masing-masing lansia akan memperoleh bansos sebesar 600.000,sementara penyandang disabilitas memperoleh 1.200.000,-.

“Kita sesuaikan dengan Regulasi dua tahap pencairan Perbup nomor 10 tahun 2018 tentang tata cara pemberian bantuan sosial kepada Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia menjadi pedoman atau payung hukum artinya semua tetap harus sesuai aturan,”tegasnya.

Untuk itu Winarti berharap para penerima kucuran bansos APBD lansia dan penyandang disabilitas dapat memanfaatkan dana tersebut untuk keperluan dan kepentingan keluarga.

“Sengaja Bansos bagi lansia dan disabilitas saya salurkan lebih awal karena kita tahu saat ini Pandemi covid-19, membuat ekonomi masyarakat turun,namun biaya kebutuhan hidup meningkat,walaupun sedikit namun setidaknya kita bisa berbagi merigankan beban sesama,”harapnya.

Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat,maupun pemangku kepentingan untuk selalu dan terus bersama Bergotong-Royong membantu merigankan beban masyarakat ditenggah terjadinya Pandemi covid-19.

“Sekarang saatnya kita menjalin dan memperkokoh kebersamaan, alhamdulilah banyak donatur yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu turut serta memberikan bantuan kemanusian kepada masyarakat saya sangat mengapresiasi. Semoga pandemi ini segera berakhir untuk kedepan menjadi lebih baik,”pungkasnya.

Sementara salah satu Lansia Abdullah warga Menggala,mengaku sangat berterima kasih dengan pemkab yang segera mencairkan bansos bagi dirinya dan lansia lainya.

Menurut Abdullah,bansos bagi lansia dan penyandang disabilitas sangat dinantikan oleh penerima,ditenggah himpitan ekonomi akibat corona.

“Alhamdulillah Bansos bisa dicairkan lebih awal, biasanya bulan juni hingga juli tapi sekarang dipercepat ini sangat membantu mengingat dampak corona luar biasa membuat hilangnya pendapatan uang bansos bisa saya pergunakan untuk keperluan keluarga,”akunya.(Murni)

News Feed