DPRD

Soal Penundaan Haji, Komisi V Akan Panggil Kemenag Lampung

Bandar Lampung– Penyimpanan dan pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Kementerian Agama diharapkan dap menciptakan benet atau keuntungan bagi para calon jemaah haji yang gagal bera ibadah haji tahun ini.

Sehingga keuntungan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh calon jemaah haj penyelenggaraan ibadah haji di tahun yang akan datang. Harapan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, A Rabu (3/6/2020).

Menurut Aprilianti yang juga merupakan salah satu calon jemaah haji yang gagal b ibadah haji itu, penyimpanan BPIH di bank tentu akan menghasilkan keuntungan dan juga selayaknya calon jemaah haji mendapatkan keuntungan itu.

“Paling tidak ada program dari BPKH ini untuk memberikan benet kepada calon yang tertunda. Gak tahu bagaimana bentuknya apakah nanti misalnya ditambah li nya, atau pun misalnya ada pelayanan khusus yang lebih ketika nanti di sana (Ara atau misalkan ditambah juga suatu bonus untuk para jemaah haji,” ujar Aprilianti “Kan uang kita juga yang disimpan. Persoalan nanti ketika di tahun berikutnya ad ongkos haji, kalau ada benet dari situ tinggal ditambahkan,” sambungnya.

Ia juga meminta kepada BPKH harus benar-benar transparan dalam pengelolaan B haji. Sebab itu merupakan dana umat untuk beribadah menjalankan perintah Allah “Kita mengharapkan karena ini urusannya dengan agama, harus benar-benar tran jangan sampai ada maksud lain, disalahgunakan, jangan sampai. Saya berpikir kal Lampung 7.040 calon jemaah dikalikan dengan biayanya cukup besar sekali angka tegasnya.

Guna mengetahui lebih jelas terkait BPIH yang disimpan oleh BPKH dan soal  ibadah haji tahun 1441 H/2020 M, kata Apriliati, pihaknya di komisi V DPRD Lampung dalam waktu dekat akan mengudang dari perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Biro Kesejahteraan Sosial Provinsi Lampung.

“Tetap akan kita laksanakan funsi pengawasan kita, karena terus terang saja dana dihimpun sekian juta umat cukup besar, apa lagi rata-rata penambahan kita kema sampai Rp10 juta, di luar Rp25 juta setoran awal,” katanya.

204 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *