oleh

Sorot Peredaran Narkoba di Lapas, Komisi I Gelar RDP

-DPRD-5 views

Bandar Lampung – Komisi I DPRD Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang di Hadiri oleh Badan Narkotika Nasional  Provinsi (BNNP), Kanwil Menkumham, dan Direktorat Reserse Narkotika Provinsi Lampung tentang peredaran Narkoba di dalam Lapas.

Hearing yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I Yozi Rizal ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi I Mardani Umar,Anggota Mikdar Ilyas,Azuwansyah,Ismail Djafar, Darlian Pone,Watoni Nurdin,Supriyadi Hamzah dan Muhammad Khadafi serta Biro hukum Pemprov Lampung.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Hendsah mengatakan sistem untuk pembinaan sudah di maksimalkan mungkin, Agar bisa menekan angka narkoba di dalam lapas Seperti pengamanan, pengawasan dan razia rutin.

“Setiap Napi yang masuk langsung mengikuti asismen majelis taklim terlebih dulu dan Napi yang akan bebas bersyarat harus mempunyai surat rekomendasi dari guru ngaji agar saat mereka di keluarkan tidak terjerumus ke narkoba kembali,”Jelas Hendsa saat RDP di Ruang Komisi 1.Senin (13/07).

“Dalam menekankan peredaran di Lapas kami pihak lapas sudah berupaya  mungkin untuk mengawasi setiap Napi, “Urainya

Menurut Direktorat Reserse Narkotika polda Lampung Kombes Pol Adhi Purboyo

Data yang di dapat persemeter dari januari ke juni laporan terbanyak di duduki oleh Polresta Bandarlampung dengan jumlah 178 laporan, yang terakhir Polres Tubaba dengan jumlah 16 laporan polisi.

Total barang bukti yang di amankan selama satu semester ganja 95.8 kg,Sabu –  Sabu 127.6 kg,ekstasi 1722.0 butir, tembakau Gorilla 162.83 gram, pil yang termasuk jenis Psikotropika 740 butir bila di rupiahkan mencapai Rp.195 millyar. Setidaknya kita sudah menyelamatkan 1276 ribu jiwa.

Di Pulau Sumatera khusus ya di Provinsi Lampung, Ini menjadi TKP  polisi narkoba seluruh indonesia karena tempat transit transaksi narkoba.

” Ada tiga program yang di terapkan oleh Pak kapolda Lampung yaitu polisi pro aktif, kerjasama dan problem solving,”Ungkapnya

Sedangkan dengan razia yang di lakukan di Lapas Way Kanan ada 7 tersangka di kelompokan berdasarkan 4 laporan kamar sel yang berbeda,  Pasal terberatnya 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 seumur hidup, atau pidana mati, maksimal 20 tahun minimal 6 tahun dengan barang bukti narkoba jenis Sabu 23.57 gram.

Menurut Kabid Pemberantasan  BBNP Hendri Budiman sebagai badan lembaga vertikal dari pusat dalam melakukan pemberantasan narkoba, dan tentu nya bersinergi dengan Kemenkumham dan polda Lampung.

Hendry menyampaikan berdasarkan data penyalahgunaan narkoba di Provinsi Lampung ada 71.811 jiwa dari 7.601 ribu jiwa, Di tahun 2019 Lampung menduduki rangking kelima yang sebelum nya di tahun 2018 urutan ke tiga dalam penyalahgunakan Narkotika

“Dengan kwatintas kasus menurun, hendri berharap bagi para pecandu untuk tidak di Penjarakan tetapi masuk ke rehabilitasi ,”Pungkasnya.

Sementara anggota komisi I Watoni mempertanyakan tentang hasil penangkapan narkoba yang omzetnya milyaran.“Hasil penangkapan barang narkoba itu di kemana kan. mengapa Omset narkoba yang di dalangi Napi bisa mencapai milyaran rupiah,”katanya.(Agung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed