oleh

Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus Kunker ke DistanHoltikultura

Tanggamus (Journal) : Kunjungan kerja pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus terkait Program Pertanian Provinsi Lampung dalam meningkatkan Pertanian Daerah , di dinas Pertanian Tanaman dan hortikultural. Kamis (25/03/20).

Pimpinan dan anggota komisi II DPRD kabupaten Tanggamus, melaksanakan Kunjungan kerja ke Dinas pertanian Tanaman pangan dan holtikultura Provinsi Lampung, pada selasa tanggal 17 Maret 2020.

Hadir pada kunjungan tersebut wakil Ketua I (satu) Irwandi suralaga S.Ag dari fraksi PKB, dan ketua komisi II Fakhruddin nugraha dari fraksi partai keadilan sejahtera Dan selaku Perwakilan Dinas pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung Ibu Amalia Rizkiyanti, S.Si.,M.M.

Mengawali acara Ketua komisi II Fakhruddin nugraha S.E memaparkan, kabupaten Tanggamus mempunyai Komoditi unggulan seperti kopi, yang hebat insyaallah potensi nya bagus.

“Kami juga mempunyai hasil bumi yang baik, kami ingin hasil bumi dari kabupaten Tanggamus yang potensial ini dapat lebih ditingkatkan tentunya, dengan bantuan dari program-program Pemerintah pusat dan provinsi,” Ujarnya.

Ibu Amalia menyampaikan, program kerja 2020 ada UPTD dan lab nya, kami ada di seluruh Lampung. Ada nya pengamat organisme pengganggu tanaman pertanian yang tersebar di Provinsi lampung.

“Tentunya hal ini sejalan dengan visi dan misi dari Bapak gubernur, menciptakan kehidupan riligius dan sejahtera,
dalam Kaitan ini pak gubernur mengeluarkan program KPB( kartu petani bersama ), ini memberikan beasiswa.

Mendorong kebijakan pertanian Lampung cukup tinggi 105.84.. ini indikasi cukup makmur Luas baku sawah kita 361.708(BPN 2019) jagung nomor 3 nasional, untuk padi 6 peringkatnya permasalahan kita di lahan dan infrastruktur konfrensi lahan.

Di provinsi lampung, pertanian nya program kerja kita Peningkatan produksi, produktifitas dan mutu tanaman pangan kebutuhan benih lampung, butuh 11.000 ton Pemantapan kebutuhan rumah tangga, berupa alat pengolahan buat jaringan irigasi teknis antara lain :
• .Bidang konsumsi dan keamanan pangan
• Pengembangan usaha pangan lokal
• Pemantapan ketahanan pangan rumah tangga
• UPTD BBI hortikulturl
• Perbanyak tanaman hias.

Alokasi pupuk kita sebagai berikut :
• urea 15000
• sp36 2800
• ZA. 5.500,” papar beliau

Fachrudin menyampaikan dengan menyimak program sterategis dinas pertanian provinsi Lampung, dan pemaparan dari program Lampung berjaya, yang menjadi sentra sentra pangan, diharapkan Kab. Tanggamus bisa memperoleh hasil yang maksimal.

Pada kesempatan tersebut, Fakhruddin menyampaikan beberapa hal bahwa data menunjukan wilayah Tanggamus sangat potensial untuk tanaman padi dan buah buahan.

Ini menunjukan kabupaten Tanggamus dapat mendukung ketahan nasional sehingga bisa tercipta ketahanan pangan, diharapkan ada sinergitas antara kabupaten dan provinsi .

Irsi jaya Anggota komisi II juga turut mengomentari, bahwa? “apa yang sudah disampaikan dan di paparkan mengenai program pertanian sudah cukup Bagus dan luar biasa,” imbuhnya.

Perwakilan dinas Pertanian Tanaman dan hortikultura Provinsi Lampung, dalam tanggapannya terhadap pertanyaan para anggota Komisi II DPRD Kab. Tanggamus, menyampaikan
terkait alih fungsi lahan, ada perda dan tindak lanjutnya.

“Mengenai masalah pupuk, kita lebih mengutamakan lahan lahan sawah RDEKK yang sudah terdaftar, terkait kostratani adalah komando tani tujuannya adalah meningkatkan semua kegiatan pertanian, peternakan, perkebunan pertanian.

Pembangunannya, di bangun dari pinggiran desa untuk semua kegiatan menggunakan anggaran dari APBD dan APBN,” terangnya.

Ketua komisi II DPRD Kab. Tanggamus Fakhruddin Nugraha di akhir acara menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah mensinergikan program pusat dan program provinsi serta program di Kabupaten Tanggamus.

“Dalam pertemuan tadi terkait pertanian di kab tanggamus membahas mengenai keluhan masyarakat terkait tanaman lada karena lada merupakan tanaman primadona untuk komoditas ekspor, sehingga perlu dicari solusi nya.

Fakhruddin juga berharap, program-program pertanian dari pemerintah dapat lebih dimaksimalkan, seperti peng-alokasian dana dari pusat, hal ini penting guna menutupi kerugian petani lada” terangnya.(Publis/Jeni)

News Feed