Pernyataan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dengan menyalahkan ketua KONI Yusuf Barusman terkait salah memilih pengurus seolah menepuk air di dulang. Usai anggaran KONI sebesar Rp 30 miliar diperiksa Kejati.
Pasalnya sejumlah nama dalam struktur tersebut merupakan orang dekat Ketua DPD Golkar Lampung bahkan sebelum menjabat Gubernur.
“Gubernur Arinal jangan lempar batu sembunyi tangan melemparkan kesalahan ke orang lain. Saya sama sekali tidak mengerti kok bisa Gubernur Arinal menuduh Ketua Umum KONI Lampung telah salah memilih orang dalam kepengurusan?” ungkap pemerhati pembangunan Lampung, Nizwar Affandi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (11/9).
Bahkan sambung Affan, nama-nama tersebut lebih dikenal publik sebagai orang dekat Gubernur.
“Saya lihat di daftar kepengurusan malah lebih banyak nama-nama yang dikenal publik sebagai orang dekatnya Gubernur Arinal. Mulai dari Bendahara Umum yang dijabat oleh Lilyana Ali, (pemilik Rumah Kayu dan Woodstairs), wakilnya pun Kepala Dinas di Pemprov. Kemudian Ketua Bidang Mobilisasi Sumber Daya dan Dana Usaha yang dijabat oleh Untung Suyono dan didampingi oleh Arie Nanda Djausal. Bidang Perencanaan Program dan Anggaran juga ada nama Marindo Kurniawan, Kepala BPKAD Pemprov. Bidang Media dan Humas yang disoroti karena menghabiskan dana hampir 5 miliar dijabat oleh Supriyadi Alfian,”urai Affan.
Meski nama-nama itu dikenal publik dekat dengan Yusuf Barusman, namun sepengetahuan Affan justru pengurus tersebut sebagai lingkaran dekat Gubernur.
“Semua nama-nama itu tidak dikenal publik Lampung sebagai orang dekatnya Prof Yusuf Barusman, sependek pengetahuan saya nama-nama itu selama ini justru dikenal publik sebagai lingkaran dekatnya Pak Arinal bahkan sejak jauh hari sebelum beliau menjadi Gubernur,”ujarnya.
Kedekatan pengurus KONI dengan Gubernur Lampung lanjutnya dapat dilihat di beberapa kesempatan baik itu di rumah dinas atau dalam suasana santai bahkan kedekatan itu sebelum nama-nama itu masuk dalam jajaran KONI.
“Di antara kita pasti sering atau setidaknya pernah melihat mereka semua khususnya Lilyana Ali dan Untung Suyono di rumah jabatan gubernur, kediaman pribadi, di Woodstairs, di Rumah Kayu dan di lapangan golf, tentu saja bersama Gubernur Arinal,”jelasnya.
Affan berpendapat justru yang salah memilih orang bukan Yusuf Barusman namun Gubernur Lampung.
“Jadi yang lebih pantas dianggap telah salah memilih orang dalam kepengurusan KONI Lampung ya justru Gubernur Arinal sendiri, bukan Prof Yusuf Barusman,”tandasnya.
Diketahui, anggaran KONI sebesar Rp 30 miliar sedang dalam proses penyelidika di Kejati Lampung, pengelolaan yang diduga tidak transparan mulai tercium saat rapat dengan pendapat antara KONI dengan Komisi V beberapa waktu lalu.
KONI Lampung tidak mampu menghadirkan bukti pengelolaan anggaran yang diminta oleh Komisi V meski akhirnya diserahkan namun memakan waktu beberapa bulan.
Sementara saat dikonfirmasi media, Gubernur menilai, Yusuf Barusman yang juga Rekor UBL itu memilih anggota yang tidak benar atau salah dalam kepengurusannya.
“Jadi kalau ada apa-apa beliau atau Ketua KONI kenapa mengisi orang orang yang seperti itu,” kata dia saat rapat pelepasan kontigen Lampung PON XX Tahun 2021 di Mahan Agung, Jumat (10/9).
Komentar