oleh

Prodi DKV ITERA Gelar Film Dokumenter, Wisnu: Ini Genre Biografi

-Humaniora-284 views

Program Studi DKV ITERA Lampung menggelar Film Dokumenter. Ada lima film genre biografi yang akan ditayangkan.

Hal itu dikatakan PG Wisnu Wijaya, S.Sn., M.Sn
Dosen Pengampu MK Videografi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung, Senin 23 Desember 2024 petang.

Dijelaskan Wisnu, penayangan malam ini, pukul 20.00 Senin 23 Desember 2024. “Awalnya dijadwal pukul 19.00, tapi panitia mundurkan waktu 1 jam kemudian,” jelasnya lewat WA.

Kegiatan Screening ini, lanjut dia, merupakan agenda uji publik atau menayangkan karya-karya mahasiswa Prodi DKV ITERA di kelas Videografi 2.

“Ini sebagai salah satu syarat ujian Akhir Semester, mahasiswa diminta meriset isu-isu sosial budaya yang ada di sekitar mereka kemudian dijadikan karya Film Dokumenter,” lanjutnya.

Terdapat 5 karya film yang akan discreening di Cafe Kopi Hitado pukul 19.00 WIB, hari ini.

Dari kelima film tersebut berupaya mengobservasi masing-masing subyek yang ada di dalam Film.

Film pertama berjudul Paus Sastra Lampung bergenre biografi yang membicarakan kisah hidup seorang sastrawan Lampung.

Film kedua menyajikan cerita bagaimana stigma yang terbangun pada musik-musik remik Lampung yang berjudul Pungky-Pungky, kemudian film ketiga berbicara soal isu kesetaraan pada penyandang disabilitas/tunarungu yang mewadahi penyandang dalam sebuah profesi untuk tetap bertahan dengan judul “Dinding Suara”.

Lalu, keempat film bercerita tentang sebuah kesenian bela diri “Kuttau” yang ada di Lampung Timur dengan pergeseran makna di era modern, dan film terkahir adalah film tentang prosesi adat “Balimau” yang ada di Pesawaran yang coba dibangkitkan oleh para pemuda setempat sebagai bentuk rekontruksi budaya dengan balutan ekonomi kreatif.

Dari kelima film dokumenter ini, diharapkan mampu memberikan dan mengungkap fakta-fakta yang terjadi pada persoalan sosial budaya yang di Lampung, mungkin ini adalah upaya kecil yang bisa dilakukan mahasiswa DKV ITERA untuk belajar dan memberikan pengalaman mendalam bagi para pelaku dan penikmat budaya serta film di Provinsi Lampung.***

Baca Juga:  600 Porsi Takjil untuk Garda Depan Kesehatan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed