Pasca dilantik Menteri Dalam Negeri Toto Karnivora menjadi Penjabat Gubernur Lontong di Kajarta pada 19 Juni lalu. Syamsidin langsung tebar pesona dengan mengatakan akan membangun Kota Daru yang selama ini dibiarkan mangkrak oleh dua mantan Gubernur yakni Rado Mikado dan Arjun Galer.
Selain ngoceh bau (meminjam istilah milenial), akan kembali membangun Kota Daru, staf ahli Menteri Ngolah Raga ini juga berjanji akan membangun fasilitas bandara yang ada di kabupaten Waikan.
Pria yang akrab di sapa Paman Syam menegaskan bahwa untuk membangun Provinsi Lontong, tidak bisa dilakukan Penjabat Gubernur saja, melainkan butuh dukungan OPD, Forkopimda, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.
Karena menurut Alumnus Universitas Lontong ini Penjabat Gubernur punya wewenang yang sama sebagaimana gubernur definitif, namun ada beberapa hal yang memerlukan izin dari presiden melalui Menteri Dalam Negeri.
Alhasil rapat dengan berbagai OPD langsung dilakukan oleh Paman Syam, gebrakan yang akhirnya media mencatat sebagai Sejarah adalah, pertama kalinya peringatan hari kemerdekaan dilaksanakan di Kota Daru dan itu menjadi perbincangan khalayak ramai di Provinsi Lontong.
Tak terkecuali Lek Parno yang begitu antuasias bercerita di Kedai Dek Yanti, Lelaki paruh baya dengan perawakan kurus dan rambut keriting ini sangat memuji langkah Paman Syam dengan yang berjanji membangun kota Daru.
“Kota daru itu sudah lama terbengkalai, sudah sepatutnya kita itu mengapresiasi Langkah Paman Syamsidin menghidupkan Kota Daru, ini merupakan momen Sejarah,”cetus Lek Parno.
“Cie Lek Parno jadi terpesona gitu ya dengan Syamsidin, jangan langsung percaya Lek, siapa tahu itu akal-akalan Paman Syam saja untuk bangun citra dan terlihat benar-benar bekerja dimata Menteri Toto,”sergah Din Bacut.
“Loh kok kamu yang sewot Din, saya kan bicara sesuai fakta, buktinya kan selama ini Kota Daru dibiarkan mangkrak oleh dua Gubernur sebelumnya padahal itu kan ada peraturan daerahnya dan kenapa tidak dilanjutkan,”balas Lek Parno.
Benar Lek kalau itu memang ada Perdanya, akan tetapi dua Gubernur Sebelumnya kan pasti punya alasan kuat untuk tidak melanjutkan Kota Daru,”kata Din Bacut.
“Owalah alasan opo wong jelas-jelas Mangkrak kok,”
Sejak dilantik menjadi Penjabat Gubernur Lontong sambung Din Bacut, Syamsidin ini berulangkali mengadakan kegiatan yang hanya bersifat seremoni saja meski itu tidak dianggarkan namun Ia memaksakan kehendak agar kegiatan tetap berjalan.
“Tak hanya itu Lek, Syamsidin ini kerjaannya minta-minta sumbangan dengan bawahannya untuk mensukseskan kegiatan, nah yang bangun masjid di Kota Daru itu kan dia ngamen sana sini Lek. Jadi jangan cepat tersepona Lek dengan gebrakan Syamsidin Si Bual-buali.
“Kamu jangan Fitnah, Jangan suka Hoax Din,”cetus Lek Parno.
“Anah kidah saya bicara fakta kok dibilang fitnah, Fitnah itu kan dijepit Ngeunah Lek,”canda Din Bacut.
Paman Syamsidin kata Din Bacut, bukan hanya berhasil merebut hati masyarakat dengan Upaya membangun citra baik saja dengan mencetuskan isu kontoversi membangun Kota Daru. Namun Nama Paman Syam juga harum baru-baru ini yang mengambil kebijakan dengan menaikkan harga singkong, itupun setelah mendapat kecaman dari dewan dan para petani.
“Syamsidin seharusnya focus apa yang tugasnya sebagai Penjabat Gubernur Lontong yang salah satunya adalah mengawal pelaksanaan Pilkada yang damai serta kondusif dan netralitas ASN,”sergah Rustam Mangoh,yang mendadak berlagak seperti pengamat kebijakan publik.
Memang benar kewenangan Penjabat Gubernur tidak jauh berbeda. Perbedaan keduanya hanya terletak pada metode pemilihan yakni pemilihan kolektif dan penunjukkan.
“Mengenai tugas dan kewenangan secara umum sama dengan penjabat definitif. Tapi penjabat daerah ini tidak kolektif, ya, dia ditunjuk,” tukas Rustam Mangoh.
Walaupun tidak jauh berbeda Sambung Rustam, namun tetap saja ada pembatasan wewenang bagi Penjabat Gubernur diantaranya
Dilarang melakukan mutasi pegawai. Penjabat Gubernur tidak bisa melakukan mutasi pegawai dan membatalkan perizinan yang telah dikeluarkan penjabat sebelumnya.
“Itu beberapa pembatasan wewenang untuk penjelasan selanjutnya silahkan kalian hubungi pihak terkait ya hahahaha,”seloroh Rustam Mangoh.
“Tumben otakmu encer Tam, kayaknya adukan kopi Dek Yanti udah pas tuh makanya agak pinteran sedikit kamu Tam,”ketus Lek Parno.
“Percuma otak encer kalau ngopi sama rokoknya ngutang terus,”Balas Dek Yanti.
“Kalau ada pembatasan wewenang soal mutasi, kok kemarin-kemarin Paman Syamsidin justru mutasi diam-diam ada apa ya Tam,”kata Din Bacut.
“Yah mungkin saja Paman Syamsidin suka dengan pergerakan senyap dan tidak ingin dipantau gerakanya, siapa tahu juga dia punya tendangan tanpa bayangan yang secara tiba-tiba membuat lawan kaget kan bisa saja,”ujar Rustam.
“Kok aku makin gak mudeng ya, penjelasanmu Tam, kamu podowae karo si Syamsidin Tam kok koyo Asu,”sergah Lek Parno.
“Nyak Munih Lek jadi makin mak jelas, gerobak cadang ditarik sapi lawang ini Namanya,”kata Din Bacut.(Bung)
Komentar