oleh

PT KAI Simulasi Korban Covid-19

BANDARLAMPUNG(FS)-PT KAI Divre IV Tanjungkarang melakukan simulasi penanganan korban terduga COVID-19 di stasiun tanjungkarang, kamis (23/4)

Simulasi ini dilakukan sebanyak 3 kali dengan tiga tempat yang berbeda dan menggunakan SOP yang sudah dianjurkan oleh pemerintah.

Ada Tiga tempat simulasi yaitu, penumpang dengan suhu di atas 38 derajat, yang harus di lakukan pengamanan dan dimasukan ke ruangan isolasi, kedua penumpang yang akan sedang menunggu kereta meninggal dunia dan dilakukan evakuasi oleh petugas kesehatan, dan terakhir penumpang yang ada di atas kereta meninggal dunia dan dilakukan evakuasi oleh petugas kesehatan serta dilakukan sterilisasi oleh petugas KAI yang ada.

Eksekutif Vice Presiden Divre IV Tanjungkarang Edy Setiawan mengatakan bahwa simulasi kali ini untuk melatih kesiapan para petugas kesehatan.

“Kami melakukan simulasi ini untuk melatih kesiapan para petugas kesehatan yang ada di stasiun. Dengan adanya semulasi ini, petugas bisa lebih siap menghadapi pandemi COVID-19 di stasiun tanjungkarang,” kata Edy

Menurutnya, selain kesiapan para petugas kesehatan, juga di akan dilakukan pengamanan didekat lokasi terduga pasien COVID-19 di dalam stasiun dan dalam kereta.

“Di lokasi sekitar korban yang meninggal akan di lakukan pengamanan dari tenaga medis, petugas KAI, tim gugus tugas COVID-19, TNI, Polri, KKP kelas II Panjang dan petugas lainnya. Ini sudah dilakukan protokol keselamatan penanganan COVID-19 di stasiun Tanjungkarang,” ujar Edy

Lanjut Edy, setiap korban terduga terjangkit COVID-19 akan langsung di tanganin oleh petugas kesehatan yang ada dan petugas kesehatan kelas KKP kelas II Panjang dan akan larikan kerumah sakit terdekat agar bisa mendapatkan penanganan kesehatan.

“Kita panggil tim kesehatan yang ada, dan dilakukang pengamanan serta korban meninggal akan dilarikan kerumah sakit terdekat dengan menggunakan ambulan kami dan di kawal oleh petugas kepolisan. Selain itu setiap petugas yang menangai korban terduga ini harus menggunakan APD lengkap,” jelasnya

Ia menjelaskan, setelah ada pasien yang meninggal dunia didalam stasiun dan di atas kereta. Petugas kebersihan akan melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi terduga COVID-19. (NB)

News Feed