Covid-19 Mesuji

Pemkab Mesuji Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19

MESUJI – Antisipasi penyebaran Virus Corona di Kabupaten Mesuji, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan lakukan evaluasi di Aula Rumah Dinas Bupati Mesuji.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mesuji Saply mengatakan, saat ini Bandar Lampung telah ditetapkan Kementerian Kesehatan masuk Zona Merah Covid-19, maka dari itu dilakukan diskusi guna evaluasi.

“Kita harus kerja keras lagi, kita perketat lagi mobilisasi kedatangan warga dari luar masuk ke Kabupaten Mesuji. Kepada seluruh Camat melalui Kepala Desa untuk memperketat dalam pemantauan warga masuk, kita harus sangat serius dalam penanganan masalah ini, selain Bandar Lampung, OKI juga telah berstatus Zona Merah,”Tegas Saply, Rabu29/4/2020).

Kemudian, terkait Rumah Karantina Mandiri, Saply menyebutkan dari 105 Desa di tujuh Kecamatan di Mesuji telah menyiapkan ruang untuk karantina mandiri.

“Ruang karantina telah disiapkan selurh Desa dan keperluan makan sudah tanggung jawab Desa tersebut, dan berharap masyarakat taat dan patuh dalam mengkarantina dirinya selama dua pekan atau 14 hari guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”Pintanya.

Selain itu, mengenai bantuan paket sembako sebanyak 20.000 kepada masyarakat terdampak Covid-19 melalui dana APBD Kabupaten Mesuji, akan segera didistribusikan.

” Akan segera kita Distribusikan, sebanyak 20.000 Paket sembako/ 20 rb KK, akan tetapi bantuan ini khusus masyarakat yang belum mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), tidak bisa masyarakat mendapatkan bantuan Doubel,”Terangnya.

Untuk paket sembako yang akan diberikan kepada masyarakat, bila di rupiahkan mendapat 300 ribu/KK dalam bentuk 7 item.

“Antaranya 10 kg beras, gula pasir 1 kg, tepung terigu 1 kg, Minyak goreng satu liter,mie 1 dus, telur satu karpet, sarden dencis 1 dus. Mari kita bersama bergotong royong dalam memutus penyebaran Virus Corona ini, diminta masyarakat juga selalu memakai masker, hidup sehat, hidup bersih, jujur ketika protokol kesehatan bertanya riwayat perjalanan, dan jangan berkerumun,”Jelas Saply. (fan/ ags)

23 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share this: