Bandar Lampung

Terus Merugi, Pedagang Terancam Gulung Tikar

Bandarlampung –  Pedagang pasar Sukarame mengeluhkan belum stabilnya daya beli masyarakat memasuki masa new normal alhasil hal itu mengakibatkan turunnya omzet yang mereka dapatkan setiap hari, adanya wabah covid-19 menjadi salah satu penyebabnya.

“Biasanya omset saya perhari berkisar Rp 25 juta, akan tetapi sekarang hanya Rp 10 Juta perhari nya,”keluh Didi salah satu pedagang,Selasa (16/06/2020).

Didi Khawatir jika kondisi akan tetap seperti itu akan mengalami kebangkrutan.

“Tentu ini jadi rasa takut di diri saya, karena lama kelamaan saya bisa gulung tikar bila keadaan terus menerus seperti ini,” katanya.

Didi menambahkan adanya wabah korona berpengaruh terhadap tidak stabilnya harga bahan pokok di pasaran,seperti harga beras premium biasa jual harga Rp 110  ribu sekarang Rp105 ribu,telur ayam  19.900 melonjak 24 ribu, minyak goreng 1ltr 13 ribu turun 10. 500.

“Dan ada beberapa produk juga yang sekarang ini susah di dapatkan seperti kecap,santan kemasan, di akibatkan keterlambatan dari produksi. “Jadi itu mas yang mengakibatkan turunnya Omset, “Ujar dia.

Ia berharap pemerintah cepat mengatasi Covid-19 sehingga harga kembali normal dan pendapatan pedagang bisa stabil.(Agung Kurniawan)

 

206 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *