Bandar Lampung Bandarlampung

PSSI Lampung Gelar Kursus Match Commisioner

Bandarlampung-Asprov PSSI Lampung menggelar Match Commisioner Course 2020 di Hotel Kurnia 2, Bandarlampung, Rabu hingga Sabtu (18 s/d 21 November 2020) dengan menghadirkan Instruktur Komisaris Pertandingan PSSI tingkat nasional, Ir Junardi.

Dalam sambutannya, Junardi memaparkan tujuh pondasi sepakbola. “Yang pertama adalah unsur organisasi. Kami sangat senang mengetahui Asprov Lampung memiliki perhatian khusus yang juga sudah menggelar kursus pelatih, kursus wasit dan kursus perangkat pertandingan,” jelasnya.

Unsur berikutnya tak akan berjalan kalau organisasinya tidak memperhatikan hal-hal detil seperti kualitas perangkat pertandingan.

Junardi mengingatkan, jika di masa pra-kemerdekaan sepakbola adalah alat perjuangan bangsa, di masa kemerdekaan sebagai alat pemersatu bangsa, saat ini sepakbola menjadi gaya-hidup dan industri olahraga. “Kursus-kursus seperti ini sangat penting untuk mengikuti perkembangan jaman,” paparnya.

Ketua Panitia Raffiudin menerangkan kursus angkatan 2020 ini diikuti 24 calon Komisaris Pertandingan. “Kami sudah menggelar kursus wasit C1 dan C2. PSSI akan terus menggelar kursus-kursus seperti ini,” tekan mantan Ketua PSSI Tanggamus itu.

Selaku Komite Eksekutif dan Pengawas Pertandingan, Raffiudin menginginkan Lampung memiliki banyak perangkat pertandingan level nasional.

“Seluruh peserta, jika lulus maka akan kompeten untuk menjadi match-comm hingga pertandingan di Liga 1,” ujar dia.

Kursus secara resmi dibuka Ketua PSSI Eddy Syamsu yang diwakili Waketum Adolf Ayatullah. “Masa covid ini kita harus mampu menggelar acara sepakbola dengan protokol yang disiplin,” imbaunya.

Karena saat kompetisi sudah kembali bergulir, Lampung sudah siap. “Karena kita sudah menggelar kursus pelatih level C-AFC, kursus wasit C1 dan C2 dan kali ini kursus Komisaris Pertandingan tingkat nasional,” ulas Waketum PSSI.

Juga ditekankan dengan SDM di Lampung yang saat ini sudah memiliki wasit perempuan berkualifikasi. “Nah sekarang ada peserta perempuan dari Lampung yang mengikuti kursus match-comm. Ini pelan-pelan akan menjadi pondasi perkembangan sepakbola kita di tingkat nasional terutama sepakbola perempuan,” katanya.

Seperti diketahui, selain Piala Soeratin, Liga 1, 2 dan 3, kompetisi resmi yang dirilis PSSI adalah Piala Pertiwi, sepakbola perempuan. (-/rls)

50 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *