oleh

Gubernur Tinggi Hati Dalam Pusaran Pandemi

Bandar Lampung-Sampai dengan hari ini kasus aktif warga Lampung yang terpapar Korona sebanyak 1.403 orang, sejak 31 oktober lalu baru mencapai 778 orang.terjadi penambahan yang sangat signifikan sejak 31 Oktober lalu.

“31 Oktober setelah 32 minggu pandemi angka kematian sebanyak 76 orang, hari ini sudah 161 orang yang wafat. Berarti selama 26 hari sepanjang November, saudara-saudara kita yang wafat bertambah sebanyak 85 orang,”ungkap pemerhati sosial politik Lampung, Nizwar Affandi, Kamis (26/11).

Affan berpendapat, pemerintah bertanggung jawab dalam pemenuhan hak atas kesehatan oleh sebab itu, keselamatan rakyat Lampung merupakan tanggung jawab pemimpin daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.

“Semoga Allah segera menggerakkan hati para pemimpin daerah dan pejabat publik yang telah diberi tanggung jawab dan kewenangan untuk menjaga keselamatan rakyat Lampung. Jangan terus tinggi hati dan membisu, terlambat masih lebih baik daripada tidak sama sekali,”tegas Affan.

Affan menyesalkan pernyataan kontroversi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang cenderung meremehkan virus dari Wuhan,China.Ia menduga pernyataan Gubernur itu di picu oleh surat terbukanya melalui media yang menanyakan tentang kinerja Pemprov Lampung dalam pelaksanaan 3 T (Testing,Tracing dan Treatment).

“16 September siang saya membuat surat terbuka kepada Gubernur melalui media, malam harinya di tanggal yg sama Gubernur Arinal menyampaikan pernyataan kontroversial yang cenderung meremehkan pandemic,”tukasnya.

“Saya belum bertanya tentang kemana 246 M dana penanganan pandemi dari APBD Provinsi atau 633 M total dana penanganan pandemi dari APBD Provinsi + APBD Kab/Kota se-Lampung,”katanya.

Affan menambahkan, pertanyaan masalah anggaran tersebut sejatinya diajukan kepada sejumlah pihak yang bekerja dan menerima gaji dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat

“Pertanyaan yang sesungguhnya jauh lebih tepat diajukan oleh mereka-mereka yang sedang dibayar oleh uang pajak untuk mewakili rakyat di parlemen pada semua tingkatan. Tetapi mungkin Allah masih marah kepada kita, bukan hanya pandemi yang dikirimkan sebagai peringatan, tetapi satu paket juga dengan pemimpin daerah yang angkuh dan para pejabat publik yang tidak punya hati dan mulutnya terkunci,”tandasnya.(Bung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed