oleh

Muhammadiyah Bakal Tarik Semua Dana di Bank Syariah Plat Merah

-Nasional-1.119 views

Jakarta – Organisasi Islam Muhammadiyah berencana menarik dan mengalihkan seluruh dananya dari Bank Syariah BUMN.Hal itu akan dilakukan usai pengumuman merger ketiga Bank tersebut yakni PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah Tbk (BNIS) serta PT Bank Syariah Mandiri (BSM). Diketahui ketiga Bank plat merah itu baru saja melakukan merger menjadi Bank Syariah Indonesia.

Dikutip dari detik.com, Jum’at (18/12), Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas menjelaskan jika sudah waktunya untuk menarik serta mengalihkan dana tersebut.

“Mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk menarik dan mengalihkan semua dana yang ditempatkannnya di bank tersebut,” ujar Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Jumat (18/12/2020).

Selain menarik dana, Ormas Islam yang didirkan Kh Ahmad Dahlan itu juga  berencana mengalihkan semua pembiayaan yang diterima kepada bank-bank syariah lain yang skalanya masih lebih kecil yang lebih menjangkau UMKM.

“Juga mengalihkan seluruh pembiayaan yang diterimanya kepada bank baru yang menjadi mitranya apakah itu bank negara syariah yang tidak ikut merger atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah atau BPD yang ada unit syariahnya serta kepada bank-bank umum syariah atau bank-bank umum yang punya unit syariahnya,” ungkapnya.

Alasan penarikan dana dari Bank Syariah BUMN tersebut adalah karena menurut Anwar, dari awal misi ekonomi organisasi Islam ini adalah memajukan ekonomi umat atau rakyat serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satu cara Muhammadiyah mewujudkan misinya tersebut adalah meletakkan dananya di bank-bank syariah yang dianggap lebih dekat dengan umat.

Namun, merger Bank Syariah BUMN telah membuat bank-bank tersebut menjadi lebih besar dan kuat dari skala sebelumnya. Apalagi ada anggapan bahwa Bank Syariah Indonesia akan menjadi 10 besar bank syariah terbesar di dunia. Dikhawatirkan, umat atau rakyat kecil maupun UMKM bakal sulit menjangkau pinjaman ke bank dengan skala sebesar itu.

“Hal ini perlu dipikirkan oleh Muhammadiyah karena Bank Syariah Indonesia ini sudah menjadi sebuah bank syariah milik negara yang besar dan sudah sangat kuat di mana bank ini akan menjadi 10 bank syariah terbesar di dunia. Mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk tidak lagi perlu mendukung Bank Syariah Indonesia milik negara tersebut,” tuturnya.(sumber Detik.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed