oleh

Yuk Kepoin Jamur Tiram Yuni

-News-55 views

Pesawaran -Ketekunan pasti membuahkan hasil. Meskipun sempat menelan “pahitnya hidup”, tetapi Eko Yuni Astuti membuktikanya. Melalui kemauan yang kuat, kerja kerasnya selama ini mulai memberikan hasil dan membuka harapan untuk masa depan keluarganya.

Begitulah pengalaman dan perasaan Eko Yuli Astuti seorang wirausaha budidaya jamur tiram ini menceritakan kepada reporter analisis.co.id saat bincang-bincang santai dikediamannya, Rabu (23/12/2020).

Sebagai Singel parent, tidak menyurutkan niatnya untuk memulai bisnis aneka olahan jamur di kota kelahirannya itu. Ditengah persaingan bisnis kuliner yang menjamur, dia konsisten untuk tampil beda. Hasilnya, bisnis olahan kripik jamur Day Crispy miliknya banjir pesanan.

Tiga tahun sudah berlalu, Yuli Astuti menekuni usaha budidaya jamur tiram dan memproduksi keripik jamur crispy olahanya sendiri.

Ia memanfaatkan bangunan rumah yang tidak terpakai sebagai tempat budidaya, yang beralamat Dusun I, Desa Karang Anyar, Kecamatan Gedung Tataam, Kabupaten Pesawaran.

Awal mula mendirikan usaha tersebut, dirinya menggunakan modal sebesar Rp. 6,5 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli semua keperluan jamur, seperti usuk dan seng yang dibuat sebagai rak jamur, dan sisanya digunakan untuk membeli log jamur 500 log, yang perlognya sebesar 3000. Butuh waktu tiga minggu agar jamur bisa dipanen, sedangkan untuk pergantian log dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Dalam sehari Ibu Yuli bisa memanen jamur sebanyak 5 kg yang jika dirupiahkan sebesar Rp 50.000,-. Dengan modal sebesar Rp 6,5 juta dalam waktu tiga bulan beliau bisa mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp 4.650.000,- dengan keuntungan sebesar Rp 2.650.000,-

Selain dijual langsung, hasil panen jamur tiram itu dijadikan di produksinya untuk membuat jamur crispy. Kini, produk itupun sudah dipasarkan sampai keluar daerah salah satunya Kota Bandung.

“Alhamdulilah produk kita sering ikut juga dipamerkan pasa setiap event yang di gelar oleh pemda setempat.Kita semakin pede

Yuli juga menjelaskan, keripik jamur buatannya sudah masuk di pasar, warung-warung kecil yang tersebar di Kabupaten Pesawaran, bahkan sampai ke luar daerah seperti di Bandung, Jawa Barat.

“Jamur buatan saya enak dan gurih loh mas, dan kalau makan jamur buatan saya ini pasti ketagihan, lah wong bumbune ae teko Surabaya loh mas,” gurau wanita humoris ini.

Yuli pun mengakui promosi dalam jaringan belum ia lakukan secara gencar. Dia hanya memanfaatkan akun Facebook pribadi dan internet serta mengikuti pameran-pameran, dan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang tertarik untuk menjadi reseller sampai konsumen dari mulai tetangga terdekat hingga konsumen dari berbagai daerah pun melirik produk jamur olahannya untuk pemasaranya.

Ia pun menyampaikan, keripik jualannya ini terdiri dari dua variasi rasa. yaitu rasa balafo dan original. “Terkait kemasanya keripik jamur dalam 1 pak berisikan 20 bungkus, dijual seharga Rp 10 ribu, Sementara dalam kemasan paper metal dijual dengan harga Rp 15 ribu,” tuturnya.

Berkat keuletan dan ketelitiannya dalam meracik snack yang kekinian, bergizi tinggi dan harga terjangkau. Tak heran kalau olahan jamur crispy buatan Ibu Yuli sampai keluar daerah, salah satunya Bandung.

Berkat melonjaknya usahanya yang kini ia mempekerjakan sejumlah warga atau ibu-ibu rumah tangganya,. Kendati demikian, Yuli masih
kewalahan memenuhi permintaan keripik jamur Day Crispy dari pelanggannya yang melampaui kapasitas produski jamurnya karna kurang.

“Kami tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan, sebab produksi yang kami hasilkan tidak cukup untuk menyuplai banyaknya pembeli,”papar ibu tiga anak tersebut.

Dijelaskan Yuli bahwa Jamur yang di budidatakan lalu di produksinya jenis Jamur Tiram Putih dan hanya…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed