oleh

Bupati Nanda Jadi Jablai

-Din Bacut-583 views

 

“Kasihan Bupati Kabupaten Mambu Ketek, si Nanda Indrawati. Sekarang jadi jablai,” cetus Susi Nonggeng sambil meniup kopi Slemon yang belum diaduk.

Kedai Kopi Sekali Minum Langsung Move On (Slemon) mendadak senyap. Bahkan sendok yang biasanya bunyi ting-ting ikut menahan diri. Dek Yanti, janda gemoy mantan TKW Arab yang trauma tiap dengar kata majikan, melirik Susi dengan tatapan setengah iba, setengah kepo.

“Eh Susi, jangan asal ngomong. Ini warung kopi, bukan grup WA RT,” sergah Rustam Silobilobi, jurnalis portal selalukepo.com yang kalau nulis berita lebih dulu mikir judul viral daripada fakta. “Nanda itu Bupati. Masa iya ngejablai?”

“Iyaaa sih yang deket sama Bupati, selow gabus geh bang” sahut Wildun Kibaw, wartawan baru yang masih mencari jati diri dan senang dengan sensasi.

“Dekat itu relatif,” lanjut Wildun polos. “Kayak saya dekat sama idealisme, tapi tiap akhir bulan jauh sama saldo akhirnya gak bisa depo.

Dek Yanti nyengir. “Kalau saya sih amit-amit jadi jablai. Dagang kopi begini lebih terhormat. Wan Abud aja mau ngelamar saya, saya tolak. Takut nanti Kopi Slemon ikut disita kejaksaan.”

Semua ngakak, kecuali Din Bacut. Jurnalis senior yang sudah pensiun dari liputan tapi belum pensiun dari kepo itu menghisap rokok kretek, lalu nyeletuk pelan tapi menohok, “Kalian ini kebanyakan motong cerita. Susi belum selesai ngomong, udah ribut kayak Kadis Pendidikan Tanjung Mutung yang hobi motong tabungan guru. Dengarkan dulu, baru hakimi. Itu etika warung kopi Slemon. ”

Susi pun lanjut, dadanya yang tidak seberapa itu dibusungkan, terlihat gaya aktivis LSM Tapak Kijang yang merasa sedang menjalankan tugas suci nan rahasia dari sang ketua.

Baca Juga:  Kades Negeri Onyah Yang Hobinya Marah

“Sejak suaminya Nanda, si Dendi Ramahdoa, ditahan Kejaksaan Tinggi Provinsi Latak Litung karena korupsi proyek Air Ledeng, air rakyat dijadiin air mata, posisi Nanda otomatis jadi aneh. Suami masuk bui, artinya kan jarang dibelai alias Jablai, belum lagi bapak mertuamya, Zulkelipir yang anggota dewan pusat ikut diperiksa.”

“Yang mantan bupati dua periode itu?” sela Rustam, jempolnya sudah siap menari di ponsel untuk membuat judul berita bahkan
Judulnya sudah jadi di kepala, Suami Tersangka, Mertua Bakal Nyusul ke Penjara.

“Iya,” jawab Susi. “Bapaknya Dendi, mantan Bupati Karang Tembung.”

Din Bacut terkekeh pahit. “Negeri ini memang ajaib. Air mati, logika mati, tapi korupsi hidup segar bugar.”

Yang bikin tambah absurd, kata Susi, justru reaksi warga Kabupaten Mambu Ketek.

“Warga malah senyum-senyum. Ada yang bikin syukuran kecil-kecilan. Katanya, Alhamdulillah, akhirnya ada pejabat yang benar-benar merakyat, sama-sama tidur di jeruji.”

Wildun melongo. “Serius itu?”

“Serius,” kata Susi. “Bahkan ada yang berharap Bu Nanda ikut jadi tersangka. Biar adil. Suami-istri kan sejatinya bersama, di dunia sampai… pengadilan.”

Dek Yanti nyeletuk, “Romantis juga. Biasanya bulan madu, ini bulan besi.”

Rustam makin semangat. “Ini bisa viral. Judulnya Asmara Gila Pasutri  di Penjara.

Din Bacut menepuk meja. “Masalahnya bukan soal jablai atau tidak. Ini soal kekuasaan yang ditinggal suaminya, tapi masih dipakai dandan seolah bersih. Publik capek dibodohi. Mereka nggak minta Bupati masuk surga, cukup masuk proses hukum.”

Susi mengangguk. “Apalagi sekarang barang-barang branded Nanda sudah disita kejaksaan. Tas, jam, perhiasan, katanya diduga hasil pencucian uang dari proyek Air Ledeng. Airnya keruh, hartanya kinclong.”

“Padahal Dendi itu dua periode jadi bupati,” tambah Din Bacut. “Lalu digantikan istrinya. Dinasti itu kayak pipa bocor walau diganti kerannya, rembesannya tetap sama.”

Baca Juga:  Rombongan Sirkus

Dek Yanti menurunkan suara. “Saya dengar isu lain. Wakil bupati, si Anton Timus, lagi rajin senyum-senyum.”

Semua menoleh.“Katanya,” lanjut Dek Yanti, “mungkin dia diam-diam berharap Bu Nanda ikut jadi tersangka. Biar otomatis naik jabatan. Di Mambu Ketek, jabatan itu bukan amanah warisan sambil nunggu giliran.”

Semua senyap dalam diam sambil menikmati Kopi Slemon adukan Dek Yanti.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed