oleh

SAI BUMI RUWAI JURAI BANGKIT

-Humaniora-31 views


_Karya Mahendra Utama_

Di pagi yang diselimuti embun
Harap lama terpendam dalam sunyi:
Kapan tanah ini bangkit berdiri,
Agar mimpi tak lagi merantau sendiri?

Lalu datang sang angin segar
Dari Kotabumi, darah dan tanahnya.
Bukan kata kosong yang digerak,
Tapi langkah nyata yang disemai.

Ia bawa sapu, bukan tongkat komando,
Untuk ASRI-kan kantor dan hati.
Ia duduk di hamparan ladang,
Dengarkan curhat petani tentang lada.

Di gudang buku, di ranjang rumah sakit,
Kaki langsung jejak rasa.
Bansos tak lagi angka semu,
Tapi senyum ibu di dapur lesu.

“Hamba Allah,” katanya ringan,
Menjadi kompas di lautan janji.
Membangun dari desa, dari sawah,
Untuk Lampung yang berdiri tegak.

Terima kasih, sang penyalur harapan,
Doa kami sertai setiap langkahmu.
Jaga Sai Bumi ini dengan iman,
Hingga cerah mentari Indonesia Emas.

Tabik pun, Iyai Mirza!
Teruslah maju, bersama kami bergotong royong.
Dari Pahawang hingga Way Kambas,
Kita wujudkan bangkitnya Ruwa Jurai.

_______

*Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan tinggal di Bandar Lampung.

_Puisi ini saya dedikasi jelang 1 tahun pengabdian untuk Lampung bagi Iyai Mirza dan Mbak Jihan._

Baca Juga:  11 Puisi Esai "Suara dari Lampung"

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed