oleh

Prof Hamzah Tawarkan Gagasan Unila Jadi Universitas Riset Berstandar Internasional

BANDAR LAMPUNG — Bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H., PIA., menawarkan visi besar untuk membawa Unila menjadi universitas riset unggul berstandar internasional.

 

Gagasan tersebut tertuang dalam dokumen visi, misi, dan program kerja yang diajukannya dalam proses pencalonan Rektor Unila 2027–2031.

 

Dalam dokumen tersebut, Prof. Hamzah mengusung visi “Mewujudkan Universitas Lampung sebagai universitas riset unggul, berstandar internasional, inklusif, adaptif, berwawasan kebangsaan dan berdampak, yang menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global, guna berkontribusi nyata bagi kemajuan Lampung dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.”

 

Prof. Hamzah menilai Unila berada pada titik penting dalam perjalanan sejarahnya. Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di wilayah Sumatera bagian selatan, Unila dinilai tidak cukup hanya mempertahankan capaian yang telah ada, tetapi harus mampu menjadi penggerak transformasi bagi Lampung, Indonesia, dan perkembangan ilmu pengetahuan.

 

Ia menekankan bahwa kepemimpinan universitas ke depan harus progresif, berani melakukan pembenahan birokrasi akademik, berorientasi pada dampak nyata, serta menjadikan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi dan daya saing lulusan sebagai ukuran keberhasilan.

 

“Unila harus mampu menerjemahkan arah kebijakan nasional pendidikan tinggi ke dalam langkah konkret yang sesuai dengan potensi daerah, keunggulan program studi, serta jejaring kerja sama yang telah dibangun,” demikian gagasan yang tertuang dalam dokumen tersebut.

 

Tujuh Misi Utama

 

Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Hamzah merumuskan tujuh misi utama.

 

Pertama, meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran melalui kurikulum yang adaptif dan berorientasi masa depan sehingga menghasilkan lulusan kompeten, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Soal Penembakan di Lamteng, Mirza Himbau Warga Jangan Terprovokasi

 

Kedua, memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi yang unggul, relevan, dan berdampak. Hasil riset didorong tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat dihilirisasi menjadi produk, kebijakan, maupun teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia industri.

 

Ketiga, mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan, khususnya untuk mendorong pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat Lampung dan sekitarnya.

 

Keempat, memperluas pemerataan akses dan ekuitas pendidikan tinggi sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas di Unila.

 

Kelima, membangun tata kelola universitas yang bersih, transparan, akuntabel, dan berintegritas melalui penerapan Good University Governance.

 

Keenam, meningkatkan daya saing lulusan melalui penguatan kompetensi, sertifikasi profesi, kewirausahaan, kemampuan digital, serta kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

 

Ketujuh, memperluas kerja sama dan jejaring internasional untuk mendorong internasionalisasi program studi, mobilitas akademik, sekaligus memperkuat reputasi Unila sebagai universitas riset berstandar internasional.

 

 

Lima Pilar Strategis

 

Guna menerjemahkan visi dan misi tersebut menjadi program konkret, Prof. Hamzah membaginya ke dalam lima pilar strategis.

 

Pertama, Pilar Pendidikan dan Pengajaran. Fokusnya mencakup pembaruan kurikulum secara berkala bersama mitra industri, penguatan Program Kampus Berdampak, digitalisasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan, serta peningkatan kualitas dosen melalui studi lanjut dan sertifikasi internasional.

 

Kedua, Pilar Penelitian dan Inovasi. Salah satu program yang ditawarkan adalah pembentukan pusat unggulan riset tematik yang menyesuaikan potensi Lampung, seperti pertanian tropis, kemaritiman, energi terbarukan, hukum dan tata kelola, serta kesehatan masyarakat.

 

Selain itu, akan didorong pemberian insentif untuk publikasi dan paten, percepatan hilirisasi hasil penelitian, serta penguatan kemitraan riset dengan lembaga nasional dan internasional.

Baca Juga:  Plagiat Rusak Integritas Akademik Unila 

 

Ketiga, Pilar Pengabdian kepada Masyarakat. Program yang ditawarkan antara lain desa binaan berbasis inovasi teknologi tepat guna, KKN tematik yang terintegrasi dengan isu strategis daerah, pendampingan UMKM dan koperasi, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan publik.

 

Keempat, Pilar Tata Kelola dan Kelembagaan. Prof. Hamzah mendorong digitalisasi layanan akademik dan administrasi secara menyeluruh, penguatan sistem penjaminan mutu internal, reformasi birokrasi kampus yang lebih responsif, serta penguatan kelembagaan menuju tata kelola universitas yang lebih otonom dan profesional.

 

Kelima, Pilar Daya Saing Lulusan dan Kemitraan Dunia Kerja. Program ini diarahkan agar lulusan Unila lebih kompeten, adaptif, siap bekerja maupun berwirausaha.

 

Program yang disiapkan meliputi penguatan pusat karier dan pengembangan kompetensi mahasiswa, sertifikasi kompetensi sesuai standar industri, inkubator bisnis dan kewirausahaan, perluasan magang bersertifikat dan penempatan kerja bersama mitra industri nasional maupun multinasional, serta peningkatan kemampuan bahasa asing dan literasi digital.

 

Prof. Hamzah juga menempatkan peningkatan daya saing lulusan sebagai salah satu indikator penting keberhasilan kepemimpinan universitas. Karena itu, keterhubungan antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja menjadi perhatian utama dalam program yang ditawarkannya.

 

Bukan Sekadar Dokumen Administratif

 

Dalam dokumen visi dan misi tersebut, Prof. Hamzah menegaskan bahwa gagasan yang ditawarkan bukan sekadar persyaratan administratif dalam proses pemilihan rektor.

 

Ia menyebut visi dan misi tersebut sebagai komitmen intelektual dan moral untuk membawa Unila tumbuh lebih progresif, inklusif, adaptif, dan memberikan dampak nyata.

 

Dengan mengacu pada arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menuju Indonesia Emas 2045, Prof. Hamzah menempatkan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan peningkatan daya saing lulusan sebagai fondasi utama kepemimpinannya.

Baca Juga:  Senator Dorong UTB Jadi Garda Depan Pendidikan Berkualitas

 

Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika Unila untuk bersama-sama membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi Lampung, Indonesia, dan masyarakat global.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed