LAMPUNG SELATAN – Polemik akibat penayangan konten video produksi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan berjudul “Jelajah Rasa – Menyusuri Kuliner Lampung Selatan” kian membara dan berbuntut panjang. Hingga detik ini, belum ada tanda-tanda revisi resmi maupun klarifikasi terbuka dari pihak dinas terkait. Sontak, kelalaian tersebut memicu amarah dan kecaman keras dari jajaran tokoh adat Marga Ratu – Keratuan Menangsi.
Erwin Aziz bergelar Adok Khaja Buay Kuning, selaku perwakilan Tokoh Adat Isi Lamban Khanggal Marga Ratu – Keratuan Menangsi, melayangkan teguran tajam yang menohok langsung ke pihak kecamatan selaku mediator agenda tersebut. Ia menegaskan, meski ada pihak desa yang ditunjuk dalam program Kominfo itu, luka ketersinggungan yang terlanjur membakar hati masyarakat tidak bisa diangap sepele.
“Ketersinggungan ini jika Ibarat utang, ya wajib dibayar tuntas. meski hal ini bukan dalam konteks materi, tapi sudah tidak ada obatnya selain tatap muka dan konfirmasi resmi secara langsung, bukan cuma lobi-lobi per individu” tegas Erwin (12/10/2026)
Ia menambahkan, terlepas dari klaim pihak camat atau Kominfo yang mengaku sudah mengontak beberapa tokoh, tindakan belaka itu dinilai sama sekali tak cukup. Mengingat ketersinggungan ini telah melukai perasaan masyarakat luas, kemudian ia hadir sebagai perantara masyarakat dan pihak pemerintah, ia menuntut langkah gentleman pemerintah terkait dengan menggelar klarifikasi tatap muka secara terbuka.
“Minimal datang dan kumpulkan para tokoh masyarakat serta perwakilan pemuda. Bila perlu, mereka yang undang secara resmi. Jika permintaan maaf terbuka sudah disampaikan dari pihak kecamatan maupun Kominfo, baru masalah ini kami anggap clear” lanjutnya.
Senada dengan Erwin, gelombang penolakan dan kecaman keras juga digelorakan oleh Heriyadi bergelar Adok Khaja Tegama, selaku Suku pada Marga Ratu – Keratuan Menangsi. Ditegaskannya, pihaknya menolak mentah-mentah jika polemik fatal ini dinilai hanya sebagai kekeliruan tanpa sengaja.
Usut punya usut, aksi penyerobotan klaim wilayah ini ternyata bukan kali pertama terjadi dan kerap berulang
“Ini bukan kejadian pertama kali wilayah kami diklaim sembarangan! Saya ingatkan dengan tegas kepada dinas dan kecamatan terkait untuk segera membereskan masalah ini sampai tuntas,” cetus Heriyadi
Lebih lanjut, Heriyadi membeberkan bukti mengejutkan bahwa video yang bermasalah tersebut nyatanya masih bertengger manis dan aktif ditayangkan di akun media sosial resmi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tanpa perbaikan sedikit pun.
“Sampai hari ini tidak ada revisi ulang, video itu masih dipajang begitu saja di medsos resmi Pemkab Lampung Selatan. Dari sini bisa kita simpulkan bersama: pemerintah terkait sama sekali tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah” pungkasnya menohok.
Hingga berita ini diturunkan, publik dan masyarakat adat Marga Ratu – Keratuan Menangsi masih menunggu iktikad gentleman serta tindakan nyata dari pihak Kecamatan dan Kominfo Lampung Selatan. Akankah Pemkab bersuara, atau justru memilih bungkam di tengah gejolak amarah warga.










Komentar