oleh

Dalih Anggaran, DLH Pesawaran Biarkan Sampah Menumpuk

-Daerah-202 views

Pesawaran – Nampaknya krisis sampah di Kabupaten Pesawaran belum tuntas. Hal itu di buktikan dengan adanya keluhan dari para petugas pengangkut sampah di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Tumpukan sampah yang menggunung yang berada di TPA Taman Sari, terletak di Dusun Sumber Sari 4, Desa Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan itu menyebarkan bau busuk dan pemandangan kurang sedap.

Penyebabnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak ada anggaran untuk menyewa alat berat eksavator. Imbasnya, tumpukan sampah di TPA Taman Sari menggunung meluber dipinggiran jalan akses dalam area TPA dan mengeluarkan bau menyengat disamping genangan air berwarna hitam menggelilingi tumpukan sampah.

Menanggapi keluhan tersebut,  Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Alva Edison, mewakili Kepala DLH Pesawaran Sopyan Agani saat dikonfirmasi wartawan Analisis co.id membenarkan pengelolaan sampah di TPA Taman Sari tidak maksimal. Penyebabnya, DLH Pesawaran tidak memiliki alat berat untuk bisa dioperasikan.

Dikatakan Alva, tumpukan sampah terjadi karena belum diratakan dan dipadatkan. Meratakan sampah menggunakan alat berat jenis bulldozer dan excavator. Disamping itu juga DLH Pesawaran sendiri tidak mempunyai anggaran untuk menyewa alat itu.

“Sejak dari tahun 2020, pihaknya memang tidak mengoperasikan alat berat.Sehingga semakin hari tumpukan sampah semakin menggunung membludak ke jalan area tempat pembuangan akhir (TPA) Taman Sari,” paparnya.

Alva menjelaskan, bukannya DLH Pesawaran tidak memikirkan kebutuhan operasional alat berat  sebagai sarana penunjang penanganan sampah.

” Pada tahun 2019, kami sudah menganggarkan biaya operasional alat berat termasuk dengan pemeliharannya sebesar Rp.25 juta, namun dari pihak DPRD Pesawaran di “Coret”. Jadi untuk biaya operasionalnya kami tidak ada termasuk untuk tahun ini juga,” ungkapnya seraya mengatakan anggaran tersebut akan dipergunakan selama tiga termin untuk pemerataan tumpukan sampah di lokasi TPA,”tutur Alva.

Alva Edison mengakui kelabakan pasca anggaran operasional alat berat di Coret setelah tahun anggaran berjalan.

 “Ya mau gimana kita sudah berupaya maksimal. Apalagi kalau di TPA seperti itu, sekarang petugas pengangkut sampah dalam menurunkan sampah se enaknya, sehingga mereka menjadi susah,” ungkapnya.

Solusinya, menurut Alva, pihak DLH Pesawaran akan mengajukan anggaran untuk pemenuhan biaya operasional alat berat dan pemeliharannya pada APBD Perubahan di bulan Agustus atau Oktober 2021 mendatang.

 “Dalam hal ini,  nantinya kami akan ajukan ke APBD Perubahan di bulan Agustus atau Oktober mendatang, agar alat berat bisa beroperasi dan dipakai mengolah sampah di TPA Taman Sari,” bebernya.

Berhubung keterbatasan biaya operasional, tambah Alva,  untuk pelayanan pengelolaan sampah di lokasi TPA, serta mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan sampah semakin parah..Maka dalam waktu dekat ini pihak DLH Pesawaran akan mengajak pihak Satgas dan para swasta dengan dibantu para petugas pengangkut sampah, secara bersama melakukan giat  bersih-bersih di area TPA.

“Kami akan bersih-bersih agar sampah tidak meluber di jalan,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Diduga tidak adanya perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesawaran terkait melubernya tumpukan sampah di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Taman Sari.

Imbasnya, sejumlah pengangkut sampah di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran mengeluhkan kondisi tersebut dan berharap dinas terkait segera mengoperasikan alat berat ke lokasi TPA.

“Dengan adanya tumpukan sampah menjejali pinggiran jalan akses di dalam area TPA membuat kami kesulitan untuk menurunkan sampah dari truk, mobil dan tosa pengangkut sampah,” kata Sunardi saat dikonfirmasi di lokasi TPA di Dusun Sumber Sari 4, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Minggu (31/1/2020).( Zainal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed