oleh

Kepala Rutan Kelas II A Batam Kunjungi Warga Binaan Rutan Batam

-Berita-21 views

Batam – Saat Warga Binaan Rutan Batam Berkarya dengan Kerajinan Tangan, pada Waktu 14:37 Wib di kunjungi oleh kepala Rutan untuk melihat kegiatan para napi. Salah satu hasil mebel yang dibuat warga binaan Rutan Kelas 2 Batam. Rabu ( 03/03)

Di ketahui, tahun lalu Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam, Sagulung resmikan bengkel mebel. Berkat ketekunan warga binaan, Rutan Batam dapat memproduksi berbagai macam kerajinan tangan yang bisa dipasarkan.

“Sudah banyak yang dikerjakan dan dihasilkan oleh warga binaan di bengkel Mebeler itu,” kata Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Yan Patmos.

Yan menyebut, kerajinan tangan yang dihasilkan warga binaan seperti keset kaki, asbak rokok, kursi, tempat tisu, bufet, rak TV dan masih banyak lagi. Kerajinan tangan itu sebagian besar digunakan untuk Rutan Batam dan pesanan dari pengusaha di Batam.

“Hasil kerajinan itu sebagian kami pakai di dalam Rutan, sebagian lagi kami bantu pasarkan, bahkan kebanyakan hotel di Nagoya pesan kerajinan tangan ini,”Sebutnya

Yan melanjutkan, kegiatan bengkel mebeler ini untuk mengenalkan produk-produk yang dibuat para warga binaan. Begitu juga untuk mensosialisasikan kegiatan pembinaan di dalam rutan kepada masyarakat.

“Pada umumnya Masyarakat tahu warga binaan hanya dikurung dan dibatasi ruang geraknya. Namun sesungguhnya walaupun mereka berada di dalam tahanan, mereka tetap diberi kesempatan untuk berkarya,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Yan berharap agar masyarakat tidak lagi memandang warga binaan sebelah mata. Sebab warga binaan tersebut tetap menghasilkan banyak karya dan memiliki nilai jual.

“Masyarakat pun diharapkan membantu kami. Sesungguhnya ada tiga komponen yang tidak boleh lepas dari pembinaan yakni peran warga binaan, petugas dan masyarakat,” katanya.

Pada akhirnya, Yan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan.

“Sebab kerajinan tangan warga binaan ini sudah mulai dikenal oleh pengusaha Batam
Pelatihan pembuatan mebel ini sangatlah berguna. Di saat warga binaan sudah bebas, mereka sudah ada bekal untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat,” Menurutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed