oleh

Demo Dulu Bayar Kemudian

Aksi protes terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terkait pembayaran tunggakan gaji terus mengalir, jika sebelumnya hampir sebagian besar tenaga honorer menuding Walikota Eva Dwiana pilih kasih dengan memprioritaskan membayar gaji tenaga kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kini sejumlah perangkat kelurahan juga menyerukan keberatan serupa.

“Kami ini garda terdepan dalam melayani masyarakat, janganlah seperti itu memberi prioritas kepada yang lain. Kontribusi kami jelas dalam membantu Pemkot tapi mengapa tunggakan insentif kami tahun 2021 serta tahun 2022 tidak dipikirkan oleh Walikota. Apa kami harus demo juga seperti tenaga kebersihan biar hak kami dibayarkan,”ungkap salah satu RT yang diamini perangkat kelurahan lain,” Selasa (24/5).

Meski menerima pembayaran Januari lalu namun mereka hanya menerima pembayaran untuk satu bulan di tahun 2021 dan 1 bulan untuk tahun 2022.

“Untuk tahun lalu saja, kalau tidak salah lima bulan insentif kami belum dibayarkan bang, dan tahun ini kami baru dibayar dua bulan sedangkan janji Walikota pembayaran insentif kami tidak akan telat,”keluhnya.

Sermentara salah satu Kepala Lingkungan menduga, pembayaran tunggakan gaji petugas kebersihan oleh Pemkot karena adanya ketakutan jika terjadi aksi massa saat perhelatan  hari ulang tahun (HUT) ke-22 Asosiasi Pemerintah Kota (APEKSI) yang diselenggarakan pada 27-29 Mei 2022 mendatang.

“Kami para perangkat kelurahan menduga jika Pemkot takut didemoWalikota seluruh indonesia makanya tunggakan mereka segera dibayarkan, sementara kami tidak diperhatikan,”katanya.

Ia khawatir  kebijakan Walikota itu akan memicu kekecewaan seluruh perangkat kelurahan yang merasa dianaktirikan.

“ Kami takut saja ada yang memprovokasi untuk menggelar aksi dengan harapan siapa tahu dengan adanya demo hak kami dibayarkan,”tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung membayar tunggakan gaji honorer petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) menuai protes dari sejumlah honorer di beberapa OPD.

Baca Juga:  Taklimat akhir Itwil I Itwasum Polri sampaikan hasil Audit Kinerja Tahap II di Polda Lampung

Bahkan puluhan honorer yang ditemui analisis.co.id mengaku akan mengambil langkah yang sama seperti petugas kebersihan DLH mengancam demo saat acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-22 Asosiasi Pemerintah Kota (APEKSI) yang diselenggarakan pada 27-29 Mei 2022.

” Bukan hanya petugas kebersihan yang belum dibayarkan gajinya mas. Kami juga mengalami nasib yang sama. Tahun lalu dua bulan gaji kami tidak dibayar oleh pemkot, apa kami juga harus mengancam demo saat Apeksi biar keluhan kami didengar, ” ungkap salah satu honorer di lingkungan pemkot, Selasa (24/5) .

Senada, honorer di salah satu kecamatan juga mengaku kesal dengan kebijakan Walikota yang hanya memprioritaskan tunggakan gaji petugas kebersihan.

Ia mengatakan semestinya Pemkot berlaku adil dengan membayar tunggakan gaji tahun lalu.

“Ini kan tidak adil, apa bedanya kami dengan petugas kebersihan. Kami juga kerja meski honorer kami melaksanakan kewajiban kami, tapi tolong dong perhatikan juga hak kami, ” Keluhnya.

Adanya aksi yang dilakukan petugas DLH sambungnya, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan honorer lainnya jika pemkot tidak juga membayarkan hak mereka.

” Bisa saja mas kami demo, meski kami tahu resikonya apa. Jika mau jujur kami juga mengalami tekanan bahkan terancam tidak diperpanjang SK kami jika kami meributkan soal tunggakan itu, “katanya.

Sementara Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), M Nur Ramdhan mengatakan berkas permohonan pencairan telah masuk, dan masih proses pencairan. 

“Kita siapkan anggaran Rp3,4 miliar untuk membayar tunggakan gaji honorer DLH selama 2 bulan tahun 2021,” kata M Ramdhan, Senin (23/5). 

Sejauh ini kata Ramdhan, honorer di dinas lainnya juga mengalami tunggakan gaji selama 2 bulan pada tahun 2021. Namun saat ini diprioritaskan petugas kebersihan DLH. 

Baca Juga:  SMSI Sorot Cakada Jadi Kacung Koorporasi

“Honorer lain juga sama ada tunggakan 2 bulan. Tapi diutamakan DLH dulu, yang lain menyusul,” jelasnya. 

Diketahui, petugas kebersihan DLH melakukan aksi demo di taman dipangga beberapa waktu lalu dan mereka mengancam akan kembali menggelar aksi saat perhelatan Apeksi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

“Pekerja tolong disejahterakan, dan gaji kami selama dua bulan pada April dan September tahun 2021 tolong dibayarkan,” kata petugas sapu, Hanafi di Taman Dipangga, Jumat (20/5) lalu.

Menurutnya, bukan hanya gaji Rp2 juta per bulan yang tidak dibayarkan. Peralatan sapu, hingga seragam kebersihan harus bayar sendiri. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed