oleh

Harga Cabai Merangkak Naik, Warga Metro Semakin Tercekik

-Metro-135 views

Kota Metro–Harga komoditas cabai di Pasar Tradisional Kota Metro melonjak tinggi. Semula harga cabai rata-rata hanya Rp. 35.000 ribu per kilogram, tetapi kini harga cabai mencapai Rp. 80.000 per kilogramnya.

Berdasarkan pantauan awak media, di Pasar Pagi dan Mega Mall pada Kamis, (02/06/2022) sekira pukul 15.00 Wib sore. Harga kebutuhan pokok seperti, cabai merah keriting, cabe rawit, cabai setan, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan.

Salah satu pedagang Nurhalizah mengatakan bahwa, kenaikan sejumlah komoditas pangan tersebut telah terjadi sejak sepekan terakhir.

“Semua jenis cabai sudah naik seminggu ini. Cabai merah sekarang Rp 65 Ribu, cabai rawit Rp 75 Ribu, cabai setan Rp 80 Ribu. Kalau biasanya sebelum naik itu harga cabai setan, cabai merah dan cabai rawit harganya sama cuma Rp 35 Ribu,” ucap Nurhalizah.

Ia menduga, persoalan cuaca menjadi faktor utama berkurangnya stok cabai dan membuat harganya naik signifikan.

“Faktornya itu karena barangnya kosong, karena musim hujan ini kan banyak yang mateng dijalan,” katanya.

Ia mengaku, sejak harga cabai naik drastis pelanggannya mulai berkurang. Imbasnya, omzet harian yang didapat juga mengalami penurunan.

“Sejak harga naik ini pembelinya jadi berkurang, biasanya itu rata-rata laku 20 kilogram sehari, kalau sekarang-sekarang ini cuma 10 kilogram,” ungkapnya.

Nurhalizah berharap, Pemkot Metro melalui dinas terkait segera bertindak cepat dalam upaya menstabilkan harga pasar.

“Harapan kami ya pemerintah bisa mengendalikan harga cabai kemudian harga bisa normal sehingga pembeli kembali lagi,” harapnya.

Keluhan serupa juga diutarakan Meli. Pedagang sembako di Pasar Mega Mall Metro Pusat tersebut mengungkapkan, selain cabai bawang juga mengalami kenaikan.

“Kalau cabai cabai merah sekarang Rp 70 Ribu perkilogram, cabai hijau Rp 35 Ribu, cabai rawit Rp 80 Ribu. Kalau sebelumnya itu cuma Rp 35 Ribu semua. Bawang merah dan bawang putih kating naik, dari Rp 30 Ribu jadi Rp 40 Ribu,” bebernya.

Baca Juga:  Penyandang Disabilitas Keluhkan "Jogging Track" Taman Merdeka yang Rusak

Meli juga bercerita bahwa dagangannya mengalami penurunan omzet sejak seminggu terakhir. Jika biasanya dapat membawa pulang minimal Rp 500 Ribu, kini hanya Rp 300 Ribu.

“Turun, pembelinya ya turun itu sejak harga naik. Biasanya omzet Rp 500 Ribu minimal sehari, sekarang rata-rata paling banyak Rp 300 Ribu. Turun drastis,” pungkasnya.

Sementara itu, keluhan juga datang dari para pembeli. Nurhayati, pembeli cabai asal Metro tersebut mengeluhkan naiknya cabai yang signifikan.

“Kita orang yang dibawah itu susah kalau sudah naik semua begini. Apalagi sekarang cari uang juga susah, semua apa-apa pada naik. Jadi rakyat kecil ini semakin tercekik lah kalau begini. Biasanya saya beli cabai itu Rp 20 Ribu kadang Rp 25 Ribu, ini sudah seminggu ini naik jadi Rp 60 Ribu sampai Rp 65 Ribu,” terangnya.

Dirinya berharap pemerintah dapat segera mengatasi kenaikan bahan pangan yang signifikan di Bumi Sai Wawai tersebut.

“Harapan kami pemerintah ini mikirin lah rakyat kecil ini, kalau pemborong- pemborong yang diatas mah gak masalah beli dengan harga mahal, tapi kalau kaya kami ini kerasa tercekik kalau harga naik,” tandasnya. (Rahmat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed