73 Ekor Sapi yang dibagikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Wali Kota, Eva Dwiana yang dibagikan ke 20 kecamatan pada Hari Raya Idul Adha beberapa waktu lalu diduga hasil dari sumbangan setiap kelurahan namun diklaim sumbangan Pemkot.
Salah satu Lurah yang enggan namanya diberitakan mengungkapkan jika pihaknya mengakui dimintai sumbangan untuk hari raya kurban, dana tersebut diambil dari anggaran operasional kelurahan. Sumbangan rata-rata yang diminta Camat sebanyak Rp 4 juta.
“Kelurahan kan punya dana ooperasional untuk satu tahun angggaran sebanyak Rp 15 juta yang dibagikan dua kali dalam setahun. Nah uang untuk membeli kurban Sapi itu diambil dari anggaran operasional,”ungkapnya, Jumat (7/7).
Dana operasional kelurahan itu bervariasi sambungnya, jika Kelurahan dengan padat penduduk mendapatkan 15 juta namun untuk kleurahan kecil hanya mendapat Rp 7 juta.
“ Jadi yang dibagikan walikota saat kurban itu ya uangnya dari kami dan diklaim sebagai Sapi sumbangan dari Pemkot,”ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Beberapa Lurah di Kota Bandar Lampung mengungkapkan jika beberapa waktu lalu mereka diminta untuk menyumbang membeli Sapi untuk Berkurban Hari Raya Idul Adha 1444 lalu.Meski Walikota Eva Dwiana telah memberikan setiap kecamatan satu Sapi namun diduga beberapa Camat masih meminta paksa agar Lurah memberikan sumbangan untuk membeli Sapi Kurban.
“Saya diminta sumbangan Rp3 juta buat sumbangan beli sapi kurban. saya sendiri heran, karena saya dengar sapi kurban dari Bunda Eva dikirim ke masing-masing kecamatan, nah terus duit sumbangan kami buat apa,”ungkap Lurah di salah satu Kecamatan di Bandar Lampung, dikutip dari heloindonesia.com,Kamis (6/7).
Sementara lurah lainnya juga mengaku pasrah adanya sumbangan yang cenderung memaksa itu walau berat diminta sebanyak Rp 4 juta namun Ia tidak mampu membantah perintah dari camat.
. “Kami hanya anak buah kalau atasan (camat) bilang sumbangan empat juta buat Idul Adha ya kami nurut aja meski berat,” ungkapnya.
Tahun lalu juga, walau judulnya sumbangan, mereka mau tak mau harus merogoh kantongnya dalam-dalam Rp3 sampai Rp4 juta per lurah sebelum Hari Raya Idul Adha 1444 H.
Beberapa lurah mengeluhkan hal itu. Apalagi tukin, gaji ke-13 yang tak seberapa saja buat jatah lebaran keluarga. “Akhirnya, untuk menutupi sumbangan, saya harus hutang,” ujar salah seorang lurah di salah satu kecamatan di kota Bandarlampung
“Saya diminta sumbangan Rp3 juta buat sumbangan beli sapi kurban. saya sendiri heran, karena saya dengar sapi kurban dari Bunda Eva dikirim ke masing-masing kecamatan, nah terus duit sumbangan kami buat apa,” kata lurah yang lainnya
Sementara salah satu Camat di Kecamatan Kedamaian Joni Efriadi mengatakan tidak pernah meminta kepada lurah untuk sumbangan sapi kurban, karena sudah ada dari Wali Kota Eva Dwiana,. “Jadi buat apalagi sumbangan dari lurah, kasian jugalah mereka yang sudah cukup membantu kecamatan,” katanya.
Terpisah ketua Forum Camat Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, menegaskan jika tidak ada kesepakatan untuk mengeluarkan biaya pembelian sapi kurban, Ia memastikan tidak ada dari camat-camat yang memerintahkan lurah untuk sumbangan sapi kurban.
Sedangkan Sekdakot Bandarlampung Iwan Gunawan saat dikonfirmasi mengatakan akan mempelajari adanya permintaan sumbangan pembelian hewan kurban oleh beberapa camat kepada para lurah.
Pihaknya akan meminta Inspektorat untuk memanggil pihak-pihak yang meminta dan yang diminta untuk di cross cek apakah memang ada seperti itu. Dia juga mendengar kejadian serupa ini tahun lalu.
“Kita minta Inspektorat untuk menindaklanjuti kejadian ini,dan jangan sampai terulang lagi,malulah masa lurah harus sumbangan, namun kalau pun ada jangan dipaksa apalagi sampai berapa juta nominalnya,Kan namanya juga sumbangan sukarela,”paparnya
Sementara Kepala Dinas Sosial Aklim Sahadi mengatakan setiap kecamatan diberi Eva Dwiana satu ekor sapi kurban. “Jadi aneh saja kalau lurah disuruh sumbangan itu sudah gak wajar,” tukasnya.










Komentar