oleh

“Kami Bukan Suku Aborigin, Juga Bukan Suku Indian. Tapi Kami Adalah Lappungi”

-Opini-331 views

Kalau di suku Jawa ada istilah _*njawani*_ (individu yang paham Jawa mulai dari bahasa hingga adab dan budaya) maka lampung juga ada sikap _*lappungi*_ (istilah saya).
Yakni individu yang paham Lampung secara prinsip adab dan budaya. Tak perduli darah yang mengalir ditubuhnya, suku apapun.

Kenapa banyak orang bilang Lampung itu kasar, jahat, keras kepala dan semua sifat kasar lainnya. Karena yang menilai itu tidak paham prinsip dan cara dalam adat dan pergaulan Lampung secara utuh.

Pendek kata; lampung (entitas dan sukunya) adalah masyarakat yang sangat permisif. Bahkan bahasa daerahnyapun rela (nyaris) punah demi menghargai kaum pendatang.
Bahkan tanah airnyapun direlakan untuk di bancak habis oleh kaum serakah yang menganggap kami (suku asli) bodoh dan tidak tahu.

Kasus terakhir PT. SGC dicabut hak Guna Usahanya dengan luasan 85 ribu hektar lebih oleh menteri atr bpn, yang menimbulkan tanda tanya besar. _*seluas itukan aset TNI AU..? sesedih dan sesalah itukah PT.SGC membeli aset legal yang diperoleh dari lelang lembaga resmi negara?, setidakpasti itukan hukum di negara ini..? sementara kami masyarat suku asli dan saudara kami pendatang sama sekali tidak punya hak atas itu. Bahkan saran pendapat tidak di mintakan demi mencari sebuah fakta shahih.

Tidak usah dipikir berat. Tapi mulailah untuk berpikir cermat untuk mengamankan harta kita yg tak seberapa banyak. Karena faktanya hukum direpublik ini makin tidak pasti. Karena kita semua sejatinya adalah mahluk yang diwarisi oleh Tuhannya sifat penakut. yang pada akhirnya mampu mengakumulasi rasa takut itu menjadi sikap aktif yang bernama WASPADA. Dasar itu semualah para pendiri bangsa ini menciptakan lembaga keamanan negara agar dapat menjamin rasa aman, menghadirkan ketentraman dan ketertiban bagi rakyatnya. Yang faktanya..?!

Baca Juga:  Orang Sekitar

Kembali tentang lampung (suku dan entitas lain dibuminya). Satu yang akan saya kabarkan. _Bahwa kami semua adalah orang baik. Sangking baiknya kami, hanya istri kami yang tidak boleh kamu pinta. Selebihnya silahkan ambil tapi harus dengan cara _*lappungi*_

Salam Kamis lestari bahasa lappung dan Budaya lampung. Salam apresiasi untuk kyai gubernur rahmat mirzani djausal yang telah berusaha dan memulai menggugah kita semua untuk kembali cinta pada bumi lampung, sai bumi ruwa jurai.
Tabikpun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed