oleh

Lampung Bangkit dengan Hati: Terimakasih Iyai Mirza, Angin Segar yang Kami Nanti

-Opini-51 views

Di pagi Bandar Lampung yang masih diselimuti embun, denyut kehidupan mulai terasa. Di balik kesibukan itu, ada sebuah harapan kolektif yang lama terpendam di hati warga Sai Bumi Ruwa Jurai: kapan tanah kelahiran ini benar-benar bangkit dan maju, sehingga anak-anaknya dapat bermimpi besar tanpa harus merantau jauh?

Harapan itu menemukan titik terang sejak 20 Februari 2025, ketika Rahmat Mirzani Djausal (Iyai Mirza) dilantik sebagai Gubernur Lampung. Yang membedakan, beliau bukanlah sosok asing dengan janji-janji kosong.

Iyai Mirza adalah putra daerah kelahiran Kotabumi, yang tumbuh dalam denyut nadi Lampung yang sesungguhnya. Ia paham getirnya harga lada yang jatuh dan senyum lega nelayan saat hasil tangkapan mencukupi. Perjalanan karirnya, mulai dari pengusaha yang berhimpun pada HIPMI, HKTI, hingga puncak politik di DPD Gerindra Lampung, membentuknya menjadi pemimpin yang mengakar.

Dalam dunia politik yang kerap keras, Iyai Mirza menghadirkan kesejukan. Prinsip hidupnya yang tertulis sederhana di media sosial, “Slave of Allah SWT Follower of Rasulullah SAW”, bukan sekadar slogan. Itu adalah kompas moral yang tercermin dalam gaya kepemimpinannya yang rendah hati dan mengedepankan spirit ibadah untuk rakyat.

*Langkah Nyata yang Menyentuh*

Hanya dalam beberapa bulan, langkah-langkah konkretnya sudah terasa bagai angin segar:

1. Gerakan ASRI: Instruksi Gubernur Nomor 8 Tahun 2026 tentang gotong royong 30 menit membersihkan kantor dan lingkungan setiap hari bukan sekadar program. Ini adalah gerakan kultural untuk membangun kesadaran kolektif akan kebersihan dan kesehatan, dimulai dari lingkup pemerintahan sendiri. Ia mengajak untuk membersihkan lingkungan sekaligus menyegarkan hati.

2. Fokus pada Petani dan Desa: Saat mengukuhkan pengurus KTNA Lampung, tekadnya menjadikan Lampung sebagai barometer nasional di sektor pertanian adalah sinyal kuat bagi para petani. Pernyataannya bahwa “pembangunan harus dimulai dari desa” adalah pengakuan dan penghargaan atas kerja keras mereka yang selama ini kerap terabaikan.

Baca Juga:  Bebaskan Guru dari Intimidasi

3. Digitalisasi Bansos yang Tepat Sasaran: Komitmennya mendukung penuh digitalisasi bantuan sosial melalui koordinasi lintas sektor menunjukkan keberpihakan yang serius. Tujuannya jelas: memastikan bantuan negara benar-benar menjadi pelipur lara bagi ibu-ibu di kampung terpencil, anak yatim, dan lansia yang membutuhkan.

4. Kepemimpinan Hands-On dan Responsif: Dari rakor dengan Kemendagri bersama Wagub dr. Jihan Nurlela, sidak ke RSUD, hingga kunjungan mendadak ke gudang buku keliling, pola kerjanya menunjukkan kedekatan dan ketanggapan. Beliau adalah pemimpin yang turun langsung mendengar dan bergerak.

*Terima Kasih dan Doa dari Hati*

Sebagai warga Lampung yang rindu akan perubahan, kami mengucapkan terimakasih. Terimakasih karena telah membawa harapan baru, karena tetap mengingat akar, dan karena setiap kebijakan terasa lahir dari pertanyaan mendasar: “Apa yang terbaik untuk masa depan Lampung?”

Kami berdoa, agar Allah SWT senantiasa melindungi Pak Gubernur dan keluarga. Memberi kesehatan, kekuatan iman, dan keikhlasan dalam memimpin. InshaAllah Lampung di bawah kepemimpinan ini dapat menjadi provinsi yang maju, mandiri, dan sejahtera, menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan penuh keberkahan.

Iyai Mirza telah menyalakan harapan. Kini, saatnya kita semua bergotong royong pemerintah dan masyarakat mewujudkannya. Mari jaga lingkungan, kembangkan potensi dari Pahawang hingga Way Kambas, dari kopi robusta hingga ekonomi digital. Karena kebangkitan Lampung adalah tanggung jawab kita bersama.

Tabik pun, Pak Gubernur! Maju terus untuk Lampung yang lebih cerah.

*Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed