oleh

Gestur Bupati Nanda dan Wakilnya Bikin Gagal Fokus

BANDAR LAMPUNG  – Pemandangan tak biasa tersaji dalam video yang diunggah akun Instagram @lampung.maju. Alih-alih memperlihatkan kekhidmatan agenda Groundbreaking pembangunan jalan, justru tertuju pada gestur dua pejabat daerah yang dinilai kelewat mesra.

Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, tampak duduk berdempetan dengan Wakil Bupati, Antonius Muhammad Ali. Posisi duduk yang tidak semestinya bagi dua pejabat yang masing-masing memili pasangan sah.

Keduanya terlihat begitu dekat tanpa jarak, dengan posisi kaki yang saling menempel dan gestur santai yang lebih menyerupai pasangan remaja yang sedang dimabuk kedekatan, ketimbang dua pejabat dalam forum resmi pemerintahan.

Tak ada sekat, tak ada batas formal yang terlihat. Kamera menangkap momen yang bagi banyak mata terasa janggal sebuah potret kedekatan yang seolah tak peduli dengan ruang dan situasi.

Kontras mencolok terlihat dari posisi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang duduk dengan jarak lebih wajar, mencerminkan etika formal dalam acara pemerintahan.

Namun yang membuat sorotan ini kian tajam adalah konteks yang mengiringinya. Suami Nanda, mantan Bupati Pesawaran, Dendi Romadhona, hingga kini masih mendekam di penjara akibat kasus korupsi proyek SPAM Pesawaran.

Di saat status sang suami belum lepas dari jeratan hukum dan masih berada di balik jeruji besi, publik justru disuguhi pemandangan kedekatan yang begitu terbuka di ruang publik.

Dua realitas yang bertolak belakang itu kini bertemu dalam satu frame dan menjadi bahan perbincangan luas.

Situasi ini memantik tanda tanya mengingat Antonius Muhammad Ali juga diketahui memiliki istri yang sah.

Namun dalam video yang beredar, keduanya tampak begitu nyaman, seolah tanpa beban, tanpa jarak, dan tanpa batas.

Agenda pembangunan yang semestinya menjadi fokus justru tenggelam oleh visual yang lebih menyita perhatian. Bukan lagi soal jalan yang dibangun, melainkan citra yang dipertontonkan.

Baca Juga:  Dua Jam Dengan Gubernur, Hanya Lima Menit Tegang

Potret kedekatan itu hadir tanpa penjelasan menyisakan ruang tafsir yang terus bergulir di mata publik. Apa yang terekam kamera bukan sekadar momen biasa, melainkan tomtonan yang memicu persepsi liar.

Di tengah bayang jeruji yang masih membelenggu Dendi Romadhona, adegan “nempel” itu seolah menjadi ironi yang tak terbantahkan membuka ruang tanya yang terus bergulir tanpa jawaban

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed