Bandar Lampung Bandarlampung Berita Kota politik

Demo Sudah Bubar Gubernur Baru Berkoar

Bandar Lampung –Langkah Gubernur Anies Baswedan dan Ridwal Kamil tak mampu ditiru oleh Arinal Djunaidi sebagai pemimpin di Bumi Lada. Gubernur DKI Jakarta dan Jawa Barat bersedia menemui pendemo yang menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Namun berbeda dengan Gubernur Lampung, meski mengaku prihatin, Arinal baru muncul selang satu sehari usai aksi demo, saat menggelar konfrensi pers di Mapolda Lampung, Kamis (8/10) lalu. Padahal ribuan aksi massa di kantor DPRD berharap bertemu dengan Gubernur, namun hanya bertemu Ketua DPRD, Mingrum Gumay dan sejumlah Anggota DPRD.Wajar jika terjadi kerusuhan dan perusakan kantor DPRD Lampung, akibat massa pendemo kecewa dengan ketidakhadiran Arinal dan banyaknya anggota DPRD yang tidak muncul saat aksi penolakan.

Kepada awak media, Arinal mengatakan merasa prihatin dan akan menggelar rapat koordinasi dengan Forkompimda serta pihak terkait

“Saya merasa prihatin dengan kejadian aksi yang ricuh pada Rabu (07/10) lalu yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar, Oleh karena itu hari ini kita lakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda, rektor negeri dan swasta dan menghadirkan rekan – rekan buruh Serikat Indonesia, “Kata Arinal saat konfrensi pers di Mapolda Lampung. Kamis (08/10).

Ketua DPD Golkar yang pernah dilaporkan atas dugaan penyimpangan saat menjabat Sekdaprov menegaskan, pihaknya akan menjalin komunikasi dengan serikat buruh.

“Akan Ada komunikasi dengan serikat buruh, bahwa tidak akan melakukan hal-hal yang sifatnya demonstrasi dan saya juga akan menindak lanjuti komunikasi yang berlanjut, tapi saya merasa kaget bahwa ada reaksi dari oknum – oknum mahasiswa yang mengatas namakan serikat buruh,”Ungkapnya.

Dia berpendapat, Undang-undang tersebut baru saja disahkan oleh DPR RI dan belum berlaku efektif.Ia khawatir dengan adanya gelombang demo terus menerus akan mengakibatkan cluster baru penyebaran Korona.Padahal dia mengklaim Lampoung merupakan provinsi dengen predikat terbaiuk penanganan covid-19.

“Undang – undang tenaga kerja itu kan belum di operasionalkan, baru di sahkan. Oleh karena itu saya dari pemerintah provinsi sangat prihatin, jangan sampai timbul ada cluster baru covid19 , karena Lampung ini daerah peringkat terbaik, “ucapnya. (Agung)

486 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *