oleh

Bikin Ngeri, Oknum Wartawan Bikin Berita Tanpa Konfirmasi

Lampung Utara –  Sejumlah Kepala Sekolah SMA  di Kecamatan Kotabumi dan Abung Semuli, Lampung Utara menyesalkan adanya ulah oknum media yang memberitakan adanya dugaan penyimpangan beberapa Item Komponen Kegiatan dan Mark Up dalam pengelolaan program Biaya Oprasional sekolah (Bos) tahun 2020 tanpa adanya konfirmasi.

Salah satu Kepsek yang enggan namnya diberitakan mengatakan, pihaknya tidak keberatan dengan adanya upaya media untuk menggali informasi. Kendati demikian hal itu harus dilakukan dengan cara yang professional dan menjunjung kode etik jurnalistik.

“Berita tersebut hanya diperoleh dari sumber Informasi yang tak jelas dan tidak memenuhi unsur dasar dalam sebuah pemberitaan. Pasalnya berita tersebut tanpa melakukan Konfirmasi terdahulu pada Pihak sekolah dan terkesan sangat premature untuk Menjustice (Mengadili / menghukum) melalui isi Pemberitaan yang sangat merugikan Reputasi sekolah dan Dunia pendidikan, karena muatan Beritanya tanpa melakukan Konfirmasi dan mengklarifikasi keakuratan Data Informasi yang diperoleh dari Sumber yang tak jelas dan bukan pihak berkompeten dari persoalan tersebut,”ungkapnya, Selasa (2/2).

Ia berpendapat, adanya rilis yang dkirimkan oleh oknum wartawan yang memuat sejulah kegiatan di sekolah dan menuding adanya penyimpangan tanpa konfirmasi, menurutnya sangat tidak berdasar dan mengaburkan fakta di lapangan jika kegiatan itu telah terrealisasi.

“Seperti pernyataan mereka, bahwa telah terjadi Mark Up Pada beberapa Item anggaran belanja Komponen kegiatan ini :Pengembangan perpustakaan, Kegiatan pembelajaran dan Exstra  Kulikuler, Kegiatan Asesmen / Evaluasi pembelajaran, Pemeliharaan Sarana dan Prasarana sekolah dan  Pembayaran Honor yang dalam faktanya telah terrealisasi sesuai dengan aturan,”urainya.

Dalam pelaksanaan dan merealisasikan seluruh Program bantuan yang dilakukan sambungnya,  mereka telah terbuka dan sangat mengharapkan adanya peran aktiv pengawasan dari seluruh Elemen yang ada terutama awak media dalam mengawal dan mensuksekan program-program pembangunan pemerintah dalam dunia pendidikan.

“Kedepanya, kita sangat mengharapkan kerjasama dari seluruh rekan Jurnalis media, terlebih media adalah, sebagai salah satu Pilar Demokerasi, namun hendaknya, Jurnalis juga, dapat tetap dalam Koridor dan kaidah yang berlaku, dengan selalu memegang teguh Kode Etik Profesi dalam menjalankan Fungsi sebagai pemberi Informasi bagi public,”tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed