oleh

Tutup Sidang Tanwir, Haedar Nashir Harap Warga Muhammadiyah Jadi Teladan Penanganan Covid-19

-Daerah-294 views

Yogyakarta, Analisis.co.id – Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah 2021 resmi ditutup, Minggu (5/9/21), oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir secara virtual.

Saran dan masukan dari berbagai utusan yang terlibat dalam sidang tanwir kali ini oleh pimpinan pusat akan dituangkan sebagai masukan yang akan dibawa ke forum Muktamar 48 di Surakarta pada 18-20 November 2022 nanti.

“Insya Allah akan kita laksanakan sebagaimana mestinya, tidak akan ada lagi pemunduran Muktamar. inilah Muktamar definitif yang insya Allah  kita laksanakan bersama,” tuturnya.

Haedar menjelaskan, pelaksanaan Muktamar ke-48 di Surakarta nanti akan dilakukan secara  blended atau menggabungkan antara forum luring dan Daring. Sementara itu, yang diberi akses mengikuti forum luring adalah seluruh anggota tanwir bersama ketua-ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan juga Aisyiyah se-Indonesia.

“Dan anggota Muktamar yang lain melaksanakan Muktamar dengan waktu yang sama di cluster wilayah yang ditentukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai sebagaimana mestinya,” sambungnya.

Haedar berharap keputusan tanwir ini terjadi dan dijalankan bersama dengan sistem persyarikatan dan semangat kebersamaan, hal kedua itu menjadi kekuatan rohaniah warga Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para anggota dan peserta tanwir yang telah mencurahkan perhatian dan waktu untuk Muhammadiyah agar semakin baik dan peduli terhadap umat. 

Di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19, Haedar meminta agar setiap warga bangsa memperhatikan protokol kesehatan agar pandemi ini berakhir baik. Warga persyarikatan Muhammadiyah harus menjadi uswah hasanah atau teladan dalam penanggulangan Covid-19.

Suksesi kepemimpinan yang akan dilakukan kurang lebih setahun ke depan akan menimbulkan dinamika, meski demikian hal itu harus ditempatkan dalam koridor peraturan yang ada dalam organisasi Muhammadiyah.

“Juga dengan budaya kita yang kemajuan, kemajuan, dan kemaslahatan,” pungkasnya. (tuti)

Baca Juga:  Oknum Kakam di Way Kanan Jadi Beking Kasus SARA?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed