oleh

Dhavin 3 Tahun Butuh Uluran Tangan dan Do’a Untuk Kesembuhannya

-Daerah-316 views

Banjarsari, Analisis.co.id – Ketua relawan Desa Banjarsari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang Neni Kurniawati juga istri kades Desa Banjarsari telah mengajak warganya untuk membantu kegiatan sosial untuk sesamanya, Sabtu (02/10/21).

Neni Kurniawati mendapatkan informasi dari warganya tentang musibah kecelakaan kendaraan yang menabrak pohon Pinus di daerah Brebes Jawa Tengah, yang korbannya tidak lain adalah Afiduddin dan Ida Kurniawati (pasutri) dan anaknya yang masih balita, Dhavin (3th) warga RT 05/02 dusun Campurejo Desa Kembang Kuning Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang. Dhavin yang masih balita, mengalami luka parah dan sudah berulangkali melakukan operasi.

Mengetahui hal tersebut, Neni Kutniawati terketuk hatinya berniat iuran seikhlasnya untuk membantu keluarga Dhavin, Alhamdulillah seketika itu hanya beberapa jam saja berkat kepedulian warga Desa Banjarsari terkumpul dana Rp 3.405.000 dan sudah tersalurkan ke ananda Dhavin(3 th).

Menurut Ida Kurniawati, kecelakaan terjadi pada 7 April 2021 malam dimana mereka sekeluarga pulang dari acara hajatan keluarga di Tegal, Jawa Tengah.
“Begitu masuk daerah Brebes kendaraan rombongan keluarga Afifuddin hilang kendali dan menabrak pohon pinus dan seluruh rombongan mengalami luka, namun Dhavin mengalami luka parah di antara penumpang lainnya,” tutur Ida Kurniawati.

Dokter rumah sakit menyampaikan bahwa tempurung tengkorak Dhavin sudah rusak, sejak kecelakaan Dhavin sudah 2 kali masuk ICU dan 4 kali operasi kepalanya, paha kiri Dhavin juga mengalami luka yang cukup parah.

Dua bulan berselang Dhavin masih merasa nyeri dan pusing di kepala  apalagi kalau menangis pasti darah keluar dari kepalanya, kondisi ini semakin memburuk karena orang tua Dhavin belum mampu menutup seluruh biaya pengobatan.

Banyak biaya yang harus dikeluarkan, seperti ongkos bolak-balik ke rumah sakit di Purwokerto, biaya perawatan, beli beberapa obat, sedangkan Ida kurniawati tidak bekerja, dan Afifudin hanya buruh serabutan dengan upah Rp 50.000 /hari,” pungkas Ida kurniawati sambil meneteskan air mata. (tuti)

Baca Juga:  Pemkab Tanggamus Dukung Penuh Pelaksanaan I-CARE

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed