BANDAR LAMPUNG — Jumat siang itu, suasana di Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria, Jalan Diponegoro, Bandar Lampung, tampak seperti hari-hari biasa.
Tak ada suasana protokoler yang mencolok. Tak ada kesan seorang pejabat tinggi yang sedang datang ke sebuah rumah makan.
Usai menunaikan salat Jumat, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal datang dengan penampilan sederhana.
Kaos oblong warna biru yang dikenakannya justru membuat sosok gubernur terlihat jauh dari kesan formal seorang pejabat pemerintahan.
Mirza duduk santai. Menikmati makan siang seperti warga lainnya.
Jumat (2/10/2026) siang itu, menu yang dipilihnya bukan hidangan mewah, melainkan pindang berbahan ikan salmon perpaduan yang cukup unik antara bahan makanan premium dengan cita rasa khas Lampung.
Sesekali ia berbincang santai. Tak terlihat jarak yang biasanya muncul dalam suasana resmi pemerintahan.
Kesan egaliter terasa begitu kuat.
Di tengah kesibukannya sebagai orang nomor satu di Provinsi Lampung, Mirza seolah sedang melepas sejenak atribut jabatan. Yang terlihat hanyalah seorang warga Lampung yang sedang menikmati makan siang.
“Kita lagi di Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria. Ini pindang salmon yang pertama di Indonesia,”jelas Ketua DPD Gerindra Lampung.
Semangkuk pindang salmon kemudian tersaji di hadapannya.
Mirza mencicipinya. Tak banyak basa-basi.
“Masyaallah, enak sekali,” ujarnya.
Bagi Mirza, yang menarik bukan sekadar rasa. Pindang tersebut juga mempertemukan bahan baku salmon dengan racikan dan kearifan kuliner lokal Lampung.
“Proteinnya tinggi, low karbo, omega tiga, dan cara memasaknya juga unik dengan ciri khas Lampung, dengan kearifan lokal,” katanya.
Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria memang mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda. Salmon yang selama ini identik dengan menu restoran modern diolah dengan cita rasa pindang khas Lampung.
Menu yang tersedia antara lain pindang kepala salmon, pindang badan salmon, hingga pepes salmon. Sajian tersebut dilengkapi nasi dan lalapan.
Salmon yang digunakan merupakan ikan impor kualitas premium.
Di balik konsep tersebut, ada musisi senior Lampung, Hary Kohar, yang juga pemilik Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria.
Hary mengatakan, konsep yang diusung adalah mempertemukan bahan premium dengan kekayaan rasa kuliner lokal.
Salmon, kata dia, tidak harus selalu disajikan dengan gaya kuliner modern. Di tangan pengolah lokal, ikan tersebut bisa hadir dengan karakter rasa Lampung.
Harapannya sederhana, kuliner ini bisa menjadi pilihan masyarakat sekaligus memperkenalkan inovasi kuliner Lampung dengan bahan baku yang berbeda.
Dan siang itu, kehadiran Mirza memberi warna tersendiri.
Bukan karena rombongan pejabat atau suasana seremoni.
Justru karena kesederhanaannya.
Usai salat Jumat, mengenakan kaos oblong, duduk santai, lalu menikmati pindang salmon.
Untuk beberapa saat, jabatan gubernur seperti ditinggalkan di luar pintu warung.
Yang tersisa hanya suasana makan siang—sederhana, santai, dan tanpa sekat.








Komentar