oleh

Dipimpin Insinyur Pertanian, NTP Lampung Tersungkur Hebat

-News-715 views

Bandar Lampung- Sejak masa kepemimpinan Gubernur Sjachroedin dan Gubernur Ridho, NTP Lampung selalu berada di atas rata-rata nasional dan selalu menjadi juara di Sumatera dengan NTP di atas 100. Capaian prestasi itu berakhir di tahun 2020 di masa kepemimpinan Gubernur Arinal, Hebatnya Program petani Berjaya dengan ditopang latar belakang Gubernur Insinyur pertanian, NTP Lampung justru sukses tersungkur hebat.

“Sederhananya, NTP ini menjadi salah satu rujukan jika kita ingin mengukur apakah kegiatan usaha di sektor pertanian dirasakan menguntungkan atau tidak oleh para petani. Jika NTP makin tinggi di atas angka 100 maka dimaknai semakin menguntungkan, dan jika makin rendah di bawah angka 100 akan diartikan semakin tidak menguntungkan karena biaya produksi lebih besar daripada nilai ekonomi yang diperoleh,”ulas Pemerhati Pembangunan Lampung, Nizwar Affandi, Rabu (23/12).

Affan menjelaskan,  bulan Januari dan Februari 2020 NTP Lampung berada pada posisi juru kunci di Sumatera, sepanjang Maret sampai Agustus pada posisi ke-9 dari sepuluh, dan tiga bulan terakhir dari September sampai November kembali menjadi juru kunci di Sumatera dengan NTP di bawah 100.

“Catatan yang menjadi pekerjaan besar untuk Gubernur Arinal, mengapa deretan peningkatan angka produksi komoditi yang beliau paparkan berbanding terbalik dengan angka NTP nya? Apa yang salah sehingga peningkatan produksi tidak diikuti dengan naiknya nilai tukar ekonomi bagi petani?,”urainya.

Ia berpendapat, mencermati angka-angka pertumbuhan ekonomi dan NTP Provinsi Lampung itu jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Sumatera dan nasional, tampaknya pandemi COVID-19 memang telah memukul keras semua provinsi di Indonesia.

“Tidak berlebihan rasanya jika saya katakan bahwa ketika yang lain terpukul jatuh terduduk maka Lampung termasuk yang terpukul kemudian jatuh terlentang,”katanya.

Affan mengaku heran saat Gubernur Lampung memaparkan refleksi akhir tahun beberapa waktu lalu memilih tidak membahas NTP Lampung namun justru lebih mengemukakan sejumlah keberhasilan peningkatan produksi di bidang pertanian. Mulai dari luasan panen, produksi padi, jagung, ubi kayu, kopi, lada, tebu, kakao, peternakan dan perikanan semuanya mengalami peningkatan.

“ Tetapi Gubernur Arinal kembali memilih tidak membahas tentang Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung yang ambruk melorot tajam sejak Januari sampai November tahun ini,”tandasnya.(Bung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed