oleh

OTT Rektor Unila, Aom Karomani Hanya Teruskan Tradisi?

Dugaan praktik suap jalur mandiri di Fakultas Kedokteran Unila diduga telah berlangsung secara terstruktur sistematis dan masif.
Operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terhadap Rektor Unila Aom Karomani menjadi bukti jika desas-desus adanya uang pelicin untuk masuk di Fakultas Kedokteran bukan isapan jempol.


Mantan Presiden BEM Unila Nizwar Affandi meminta Rektor Unila Aom Karomani yang baru saja kena OTT KPK agar kooperatif dengan Penyidik.


“Agar husnul khotimah karena ini kasus OTT, Pak Aom sebaiknya kooperatif dengan teman-teman penyidik di KPK, ungkap semua perilaku  koruptif dan pelaku korupsi di lingkungan Unila,” tegas Affan, Sabtu (20/8).


Bahkan Affan menyarankan agar Aom mengungkapkan jika kuat dugaan praktik tersebut sudah berlangsung sebelum Ia menjabat sebagai Rektor.

“Termasuk jika Pak Aom mengetahui bahwa praktek jual-beli kursi mahasiswa baru FK jalur mandiri ini sesungguhnya sudah terjadi sejak lama sebelum Pak Aom menjadi Rektor, ” tandasnya.


Diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Karomani.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan tujuh orang.

“Tim KPK sejauh ini mengamankan sekitar tujuh orang di Bandung dan Lampung,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu (20/8/2022).

Mereka ditangkap terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

Saat ini tim KPK masih memeriksa pihak yang diamankan itu di gedung Merah Putih KPK, Jl Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Terkait dugaan korupsi suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Universitas Negeri Lampung,” ungkap Ali, dilansir detikcom.

Tim penyidik disebut bergerak di Lampung dan Bandung, Jawa Barat.

Sebelum ditangkap KPK, Karomani mengikuti acara character building bersama jajaran rektorat Unila lainnya di Hotel Sari Ater, Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga:  Sengketa Tanah PT HIM, Muncul Ancaman di Hearing DPRD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed