oleh

5 Langkah Strategis Kebijakan Pangan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Menghadapi Pandemi Covid 19

“Jangan sampai ada kelaparan di Kabupaten Pesawaran”

Ini adalah statement yang terlontar dari Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat melakukan teleconference kemarin (7/4) dengan tajuk diskusi Menakar Kemampuan Cadangan Pangan Ditengah Pandemi Covid 19 yang juga turut diikuti olej Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzie Silalahi, Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaharuan Agraria Iwan Nurdin dan Pemimpin Redaksi Berdikari Online Rudi Hartono.

Dalam diskusi ini setiap naarsumber menyampaikan pemaparannya terkait langkah strategis yang perlu diambil dalam menangani persoalan pangan di tengah pandemic covid 19. Dalam kesempatannya, Dendi selaku Bupati Pesawaran menyampaikan apa saja langkah-langkah strategis yang diambilnya agar bisa menanggulangi persoalan pangan di Kabupaten Pesawaran, Jika dirunut maka berikut lima langkah strategis kebijakan pangan yang dilakukan oleh Bupati Pesawaran:

  1. Memaksimalkan lahan-lahan produksi pertanian

Sampai dengan Desember 2020 menurut data yang dihimpun oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran, sebagai salah satu kabupaten dengan potensi pertanian yang cukup besar maka Kabupaten Pesawaran bisa yakin dan optimis untuk memenuhi cadangan pangan bahkan bisa melebihi kebutuhan pangan yang ada atau surplus. Luas tanam area pertanian di Kabupaten Pesawaran kurang lebih 400 ribu Ha, dengan luas tersebut dapat menghasilkan 148 ribu ton gabah kering/tahun yang jika dikonversi menjadi beras maka akan menghasilkan 92rb ton beras/tahun. Sementara itu Konsumsi masyarakat di Kabupaten Pesawaran hanya 37 ribu ton -38 ribu ton/tahun. Dengan begitu ada surplus hingga 50rb ton/tahun.

 

Oleh karenanya dengan memaksimalkan potensi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Pesawaran, tentu persoalan cadangan pangan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan lagi.

 

  1. Menjaga stabilitas harga produksi pangan

Ditengah pandemic covid 19 perosalan ekonomi adalah persoalan krusial yang dialami semua element masyarakat. Hal ini juga berdampak pada sector pertanian, dimana menurunnya Daya beli masyaraat berakibat pada berkurangnya pendapatan petani karena harga jual gabah rendah, serta harga berbagai komoditas pertanian lain yang juga turut anjlok. Tentu situasi ini perlu untuk diselamatkan, agar petani tidak mengalami kerugian dan tetap bisa berproduksi seperti biasa.

 

Untuk menyiasati hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui BUMD akan membeli komoditas pertanian tersebut dari komoditas pangan hingga hortikultura dengan harga pasaran pemerintah. Untuk saat ini sudah terdata beberapa komoditas dan produk pertanian yang sudah bisa dinyatakan surplus seeprti Sayur mayur, cabai, daging kambing, daging sapi juga tanaman hortikultur yang lain.

 

Sementara itu untuk gabah kering sendiri Pemkab Pesawaran akan membeli lalu menggiling di pabrik-pabrik penggilingan padi  milik rakyat yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

 

  1. Mendorong kebijakan pangan mandiri

 

Hampir sebagian besar masyarakat Kabupaten Pesawaran memiliki pekarangan dirumahnya. Untuk itu, dalam upaya memaksimalkan pekarangan rumah tersebut ada baiknya dengan memanfaatkannya sebagai lahan pertanian berskala kecil dengan menanami berbagai varietas tanaman hortikultur dan juga tanaman pangan seperti umbi-umbian. Hal ini tentu akan mengurangi ketergantungan kebutuhan pangan sayur masyarakat terhadap pasar juga menghemat kebutuhan pokok dan harian.

 

  1. Pembagian Cluster Data Jaring Pengaman Sosial

 

Pandemi covid 19 telah berdampak besar terhadap eknomi masyarakat. Sehingga masyarakat mengalami penurunan daya beli bahkan pada bahan-bahan pokok, untuk menyelamatkan situasi ini dan agar masyarakat tetap bisa mengakses bahan pangan, tentu kebijakan distribusi pangan terhadap masyarakat terdamapk adalah hal yang krusial. Tapi sebelum itu, pendataan warga juga perlu dilakukan sebagai langkah awal. Saat ini menurut Dendi, Pemkab Pesawaran telah membagi tiga cluster data penerima bantuan, yakni:

  1. Masyarakat yang telah menerima bantuan pemerintah pusat baik dalam bentuk PKH juga BPNT.
  2. Masyarakat yang tidak pernah tersentuh bantuan karena belum terupdatenya data tapi masuk dalam golongan miskin dan layak menerima bantuan.
  3. Masyarakat yang mengalami dampak ekonomi yang drastis akibat covid 19 yang disebut oleh kemensos sebagai orang miskin baru.

 

Data kedua dan ketiga adalah data diluar data yang dikeluarkan oleh Kemensos. Tiga cluster inilah yang secara bertahap menjadi focus pemerintah untuk mendapatkan perhatian.

.

  1. Stimulus Bantuan Pangan

 

Setelah terdata dengan baik, tentu distribusi bantuan pangan menjadi hal yang juga tak kalah penting demi memastikan penerima bantuan adalah masyarakat yang tepat. Untuk itu dengan memaksimalkan perangkat pemerintah hingga tingkatan Desa distribusi bantuan pangan ini diupayakan dapat berjalan maksimal.

Untuk bahan pangan yang didistribusikan adalah bahan pangan yang telah dibeli oleh pemerintah melalui BUMD yang dihasilkan oleh petani-petani asli dari Kabupaten Peasawaran, mulai dari beras hingga sayur mayur. Untuk saat ini sendiri proses bantuan tersebut masih bertahap. Diawali dengan stimulus pangan berupa bantuan beras 5kg/bulan diharapkan kedepan beberpa bahan pokok lain bisa seegra didistribusikan untuk masyarakat, agar jangan sampai ada kasus kelaparan di Kabupaten Peasawaran.

 

 

Reportase Oleh:

Rismayanti Borthon

(Presenter Politic FSTV Media)

News Feed